Jumat 10 Apr 2026 14:17 WIB

KCIC Kecam Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan Perjalanan

Aksi nekat penumpang berdampak pada operasional dan merugikan pengguna lain.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 100 ribu. Khusus hari ini, volume penjualan tercatat sekitar 14 ribu tiket dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan terakhir. Sejumlah pemudik mengakui Whoosh membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.
Foto: Republika/Prayogi
Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 100 ribu. Khusus hari ini, volume penjualan tercatat sekitar 14 ribu tiket dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan terakhir. Sejumlah pemudik mengakui Whoosh membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KCIC mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada Selasa (7/4/2026) dengan rute Padalarang–Halim. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan penumpang menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron. 

"Tindakan tersebut menyebabkan sensor pada sistem buka tutup pintu otomatis di kereta terganggu," ujar Eva dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga

Eva mengatakan kejadian tersebut memicu keterlambatan perjalanan Whoosh, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB. Eva menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” tegas Eva.

Ia menjelaskan setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dalam keamanan perjalanan. Dia menyebut tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berpotensi menimbulkan risiko kerusakan sarana secara jangka panjang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement