Jumat 28 Aug 2015 18:11 WIB

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas Bali Resmi Beroperasi

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Esthi Maharani
Listrik
Listrik

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas (PLTD) Pesanggaran di Bali resmi beroperasi. Pembangkit berkapasitas hingga 200 mega watt (MW) itu menambah kapasitas total pasokan listrik di Pulau Dewata hingga 1.300 MW.

"PLTDG ini bisa menghemat pemakaian bahan bakar minyak (BBM) 547 kiloliter (kl) per hari atau sekitar Rp 400 juta per hari," kata Direktur Keuangan PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani di Denpasar, Jumat (28/8).

Pembangkit ini sebelumnya berbahan bakar minyak secara keseluruhan dan menghabiskan setidaknya 2.190 kl BBM per hari. Kini, pembangkit ini hanya membutuhkan 1.642 kl BBM per hari. PLTDG Pesanggaran merupakan kerja sama antara Consortium Wartsila dengan PT PP (Persero).

Sripeni memaparkan pembangkit ini terdiri dari empat blok yang masing-masingnya terdiri atas tiga unit mesin. Mesin ini didesain menggunakan tiga jenis bahan bakar, yaitu High Speed Diesel (HSD), Marine Fuel Oil (MFO), dan gas. PLTDG Pesanggaran ini sudah mulai beroperasi pada 4 April 2015 untuk blok pertama dan baru beroperasi penuh pada 5 Juni 2015.

Pembangkit yang berlokasi di Jalan Baypass Ngurah Rai Denpasar ini bernilai investasi dua triliun rupiah dan merupakan pembangkit berbahan baku gas terbesar di Indonesia yang dibiayai dana internal anak usaha PLN. Pembangkit ini mendapatkan pasokan gas dari Sengkang, Bontang melalui terminal floating storage dan floating regasification di terminal LNG Pelabuhan Benoa.

Hasil gasifikasi tersebut akan disalurkan ke pembangkit menggunakan pipa. Pasokan pertama gas Bontang direncanakan mulai masuk pada triwulan IV tahun ini.

Juru Bicara PLN Bali, I Wayan Redika mengatakan beban puncak listrik di wilayah Bali mencapai 781 MW. Dengan beroperasinya PLTDG Pesanggaran, Bali mencatat surplus listrik.

"PLN Bali siap memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bali, baik dalam bentuk penambahan daya, maupun pemasangan listrik baru," kata Redika.

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika mengatakan PLTDG Pesanggaran sangat berperan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, stabilitas sektor usaha jasa, serta pertumbuhan perekonomian masyarakat Bali. Ia berharap  PLTD Gas ini mampu untuk menghasilkan listrik yang lebih optimal, terlebih pembangkit ini dipastikan tidak mencemari udara serta tidak menimbulkan kebisingan.

“Hampir semua aktivitas kehidupan saat ini membutuhkan listrik, dan ketersediaan listrik berkorelasi dengan tingkat pertumbuhan perekonomian daerah,” katanya.

Mantan Kapolda Bali ini berharap pemakaian minyak bumi sebagai sumber energi di Bali dapat lebih ditekan, dengan mengganti pembangkit-pembangkit listrik yang berbahan bakar diesel atau minyak bumi menjadi gas atau energi baru terbarukan lainnya.

Konservasi energi juga diperlukan tidak hanya demi kesejahteraan masyarakat Bali secara ekonomi, tetapi juga pelestarian lingkungan dan alam Bali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement