Ahad 23 Aug 2015 18:50 WIB

Harga Cabai Melonjak, Pedagang di Bali Menjerit

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Erik Purnama Putra
Cabai merah
Foto: Antara
Cabai merah

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Harga cabai di Denpasar, Bali naik menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai masih berkisar Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu, dan dijual di pengecer Rp 8 ribu per ons. Hal itu membuat pedagang pada menjerit lantaran harus mengeluarkan ongkos lebih besar daripada biasanya.

"Kenaikan sudah sepekan ini. Kamis terpaksa mengerem penggunaan cabai," kata pedagang bakso Tukirin di Jalan WR Supratman, Denpasar pada Ahad (23/8).

Tukirin mengaku terpaksa mencampur cabai dengan merica bubuk, agar rasa sambal tetap pedas. Karena kalau hanya dengan cabai saja, harganya jadi mahal, sementara pembeli suka makanan pedas.

Pedagang sayur keliling, Tugiman mengaku kesulitan menjual cane secara eceran. Karena kalau dijual Rp 2.000 per bungkus, isinya hanya empat atau lima biji. Tapi sebutnya, masyarakat jarang membeli lombok lagi. "Serba salah sekarang ini. kami sulit berjualan, karena harga sayuran juga terus naik," kata Tugiman.

Mengatasi mahalnya harga cabe, Ketut Mustika merasa tidak terlalu resah. Dia sudah terbiasa menanam sendiri keperluan cabe di pot bunga yang ada di depan rumahnya. "Kalau perlu cabai baru dipetik, lumayan untuk penghematan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement