Jumat 14 Aug 2015 17:11 WIB

Mentan: Alasan Feedloter Naikkan Harga Sapi Dibuat-buat

Rep: Sonia Fitri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Foto: Antara
Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKALONGWETAN -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut alasan para pengusaha perusahaan penggemukan sapi (feedloter) tidak jelas. Terutama  ketika mereka menaikkan harga sapi hidup.

Selain itu alasan mereka juga tak masuk akal karena stok sapi di masing-masing perusahaan cukup hingga empat bulan ke depan. Oleh karena itu, negosiasi harga dibarengi argumentasi logis antara pengusaha dan pemerintah menghasilkan kesepakatan harga sapi di harga Rp 38 ribu per kilo per sapi hidup.

"Bukan cuma feedloter PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM), harga sapi hidup per kilo telah disepakati oleh seluruh anggota asosiasi feedloter di angka Rp 38 ribu," klaim Mentan.

Hasil pantauannya juga menyebut dampak penurunan harga di tingkat feedloter telah terasa di harga daging sapi. Di mana, daging sapi di sejumlah wilatah sudah menempati harga di bawah Rp 100 ribu per kilogram.

Seperti diketahui, sebelumnya Mentan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke feedlotter PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) yang berlokasi di Desa Genteng, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Di sana ia mendapati stok sapi hidup sebanyak 21 ribu ekor dan cukup untuk empat bulan ke depan.

Dalam sidak, ia sukses memeroleh kesepakatan penurunan harga daging sapi hidup per kilo dari harga Rp 45 ribu ke angka Rp 38 ribu. Diceritakannya, negosiasi sempat berlangsung alot namun argumentasi pihak perusahaan tidak kuat untuk tetap mempertahankan harga tinggi.

"Pasokan ada, biaya perawatan dan penggemukan juga tidak meningkat, jadi tidak ada alasan untuk menaikkan harga," ujarnya.

Mentan bahkan berkali-kali menyebut kalau pendekatan yang dilakukannya berdasarkan nurani. Demi merah putih, kata dia, semua pihak harus mendukung agar stabilisasi harga sapi kembali.

Mentan juga memastikan penurunan harga bukanlah acara seremonial yang mana ketika ia pergi, harga sapi tetap dijual tinggi. "Tidak, kita ada laporan kesepakatan dari asosiasi bahwa mereka jual di harga Rp 38 ribu," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement