Rabu 12 Aug 2015 08:49 WIB

Manipulasi Data Bisa Sebabkan Lonjakan Harga Daging Sapi

Rep: C39/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Pedagang daging sapi tertidur los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Ahad (9/8).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Pedagang daging sapi tertidur los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Ahad (9/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Rakyat Said Abdullah mengatakan, lonjakan harga daging sapi yang melemahkan ekonomi Indonesia disebabkan karena terjadi manipulasi data. “Manipulasi data memungkinkan karena memang gak ada data yang valid, Kemendag punya data, kKementan punya data,” katanya kepada ROL Rabu (11/8).

Menurutnya, ketika ditanya secara massa data ketersediaan sapi sering dilebih-lebihkan. Dalam hal ini, kata dia sebenarnya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Peratama, kesalahan data dan yang kedua, terjadi permainan di distributor.

“Kita sedang bermain dengan data dan kita mendapatkan data yang kita tidak yakin dengan data itu, Terjadinya manipulasi data ini juga supaya terjadi kesenjangan antara pembeli dan pedagang,”ujarnya.

 Selain itu, ada kemungkinan lonjakan harga juga terjadi  pada bahan pokok lain yang disebabkan El Nino, sehingga produk-produknya kurang baik seperti yang terjadi di beberapa tempat di daerah Jawa. “Kayak di Tegal ada kenaikan harga yang tinggi dan jika melihat tren-nya beberapa komoditas juga akan naik karena seperti cabai, sayur, produksi macet,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement