Selasa 11 Aug 2015 22:48 WIB

Asosiasi Keuangan Syariah Mesir Raih Lisensi Internasional

Rep: c35/ Red: Agung Sasongko
Kuveyt Türk jadi bank pertama di Jerman, yang terapkan sistem ekonomi syariah.
Foto: IST
Kuveyt Türk jadi bank pertama di Jerman, yang terapkan sistem ekonomi syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Asosiasi Keuangan Syariah Mesir (EIFA) telah mendapatkan lisensi dari Organisasi Akuntansi dan Audit untuk Keuangan Syariah Institusi (AAOIFI). Hal tersebut diungkapkan oleh ketua EIFA Mohamed Al-Beltagy, Selasa (11/8).

Dengan lisensi tersebut EIFA berhak melakukan pengujian akreditasi kepada bankir dan auditor perbankan syariah atas nama AAOIFI. Organisasi Akuntansi dan Audit untuk Keuangan Syariah Institusi merupakan lembaga korporasi otonom Islam internasional yang mempersiapkan akuntansi, audit, tata kelola, etika dan standar syariah untuk lembaga keuangan Syariah dan industri.

Lembaga tersebut didirikan sesuai dengan Perjanjian Asosiasi yang ditandatangani oleh lembaga keuangan syariah pada 1 Safar, 1410 H, atau 26 Februari 1990 di Aljir. Kemudian terdaftar pada tanggal 11 Ramadhan 1411 atau 27 Maret 1991 di Bahrain.

Al-Beltagy kemudian menjelaskan sudah terdapat beberapa bankir yang akan dilakukan tes akreditasi.  "EIFA juga akan memberikan pelatihan bagi bankir dan auditor sebelum mereka melakukan tes," katanya kepada Amwal Al Ghad, Selasa (11/8).

Jika mereka sudah lulus dari tes tersebut maka mereka dihitung telah terakreditasi di tingkat internasional sebagai pekerja di bidang perbankan syariah.  Sementara itu berdasarkan data statistik hingga tahun 2014 jumlah bank syariah di Mesir sebanyak 8,9 persen. Dan diharapkan akan bertambah hingga mencapai 15 persen selama lima tahun mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement