Senin 10 Aug 2015 11:56 WIB
Daging Sapi Melambung

Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan Empat Hari

Rep: Hilman Fauzi/ Red: Joko Sadewo
Pekerja melakukan pemotongan daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik PT Berdikari (Persero), di Desa Gandasari, Kecamatan Cibitung Barat, Bekasi, Jawa Barat (8/7).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pekerja melakukan pemotongan daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik PT Berdikari (Persero), di Desa Gandasari, Kecamatan Cibitung Barat, Bekasi, Jawa Barat (8/7).

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG – Para pedagang daging sapi di Banten sepakat melakukan aksi mogok berjualan mulai hari ini, Senin (10/8). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes akibat melambungnya harga daging sapi yang terjadi sejak beberapa waktu lalu.

Seperti yang terjadi di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten, terpantau puluhan lapak pedagang daging sapi terlihat sepi dari aktifitas biasanya. Para pemilik lapak terlihat hanya membersihkan lapak dagangannya dan tak satupun lapak yang menjajakan daging.

Salah satu penjual bernama Jeki saat ditemui di lapaknya menyampaikan, bahwa para pedagang daging ini mogok berjualan dan meminta pemerintah menstabilkan harga daging ke harga Rp 80- 90 ribu. “Kita pengen harganya turun, jangan naik terus-naik terus, kasihan konsumen,” kata Jeki di Pasar Rau, Kota Serang, Senin (10/8).

Jeki juga mengatakan, bahwa aksi ini baru dimulai pada hari ini dan akan dilakukan hingga Kamis (13/8) mendatang. Dan berencana akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor DPRD Banten pada hari Rabu (12/8) untuk meminta pemerintah agar mengembalikan harga daging seperti semula pada kisaran Rp 80- 90 ribu.

Jeki juga mengatakan aksi ini serentak dilakukan oleh seluruh pedagang sapi yang tergabung dalam Gabungan Pedagang Daging (Gapenda) Banten. Selain para pedagang daging sapi di pasar induk rau Serang, Gapenda juga memiliki anggota di sebagian besar wilayah  di Banten seperti Pandeglang, Cilegon, Lebak.

“Semalam sudah dimusyawarahkan, sehingga anggota gapenda di seluruh Banten hari ini serentak tidak berjualan, dan akan kami lakukan hingga Kamis mendatang,” ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement