Kamis 25 Jun 2015 17:36 WIB
Ramadhan 2015

Bali Gelar Pasar Murah Selama Ramadhan

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indah Wulandari
Pasar Ramadhan
Foto: Antara
Pasar Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR -- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali menggelar pasar murah sebanyak enam kali selama Ramadhan tahun ini. Agenda pasar murah ini dilaksanakan merata disembilan kabupaten dan kota.

"Ini dalam rangkamenjaga stabilitas harga komoditas kebutuhan pokok mengadapi bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri serta Galungan," kata Ketua TPID Bali, Ketut Sudikerta di Denpasar, Kamis (25/6).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, kata Sudikerta, juga telah mengoordinasikan kepada seluruh supermarket, distributor dan pedagang besar agar memberikan program diskon harga pada moment perayaan keagamaan Idul Fitri dan Galungan. Masyarakat diharapkan dapat memetik manfaat dari program diskon tersebut.

Ini dia jadwal pasar murah yang digelar TPID Bali. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi pasar murah tersebut bisa mengunjungi dan berbelanja sesuai jadwal dimulai pukul 08.30 WITA hingga selesai.

Pertama, pasar murah di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng pada Kamis, 11 Juni 2015. Kedua, pasar murah di Gedung Serba Guna Banjar Desa Tengah, Desa Bebandem Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem pada Rabu (17/6).

Ketiga, pasar murah di sebelah Kantor Desa Yangapi, Banjar Metra Tengah, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli pada Rabu (24/6).

Keempat, pasar murah di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng pada Kamis (2/7). Kelima, pasar murah di Banjar Taman Griya, Desa Pecatu, Kecamatan Selatan, Kabupaten Badung pada Selasa (7/7).

Keenam, pasar murah di Desa Tegal Harum, Monang Maning, Denpasar Barat pada Kamis (9/7). Sudikerta mengimbau masyarakat secara bijak berbelanja sebab pemerintah daerah berupaya memenuhi kecukupan pasokan sembilan bahan pokok dan kestabilan harga sepanjang Juni-Juli 2015.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Bali, I Wayan Budita mengaku optimistis pembelian beras dari petani lokal bisa mencapai lima ribu ton tahun ini. Pada triwulan II 2015, serapan pembelian beras medium di Bali sudah mencapai 1.060 ton.

"Dalam enam bulan ke depan kami optimistis realisasinya mencapai target," kata Budita.

Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah di level petani sekitar Rp 3.700 per kilogram (kg), sedangkan beras medium Rp 7.300 per kg. Bulog Bali juga mengusulkan kepada pemerintah pusat supaya Bulog diperkenankan membeli beras jenis premium.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement