Ahad 31 May 2015 01:52 WIB

Dorong Pertumbuhan UKM, Bunga KUR Turun 10-15 Persen

Peluncuran Sertifikasi NIK dan KUR: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat peluncuran Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) dan Perdana Kredit Usaha Rakyat (KUR), Selasa, (26/5) di Kantor Kemenkop UKM.
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Peluncuran Sertifikasi NIK dan KUR: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat peluncuran Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) dan Perdana Kredit Usaha Rakyat (KUR), Selasa, (26/5) di Kantor Kemenkop UKM.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga menargetkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) turun 10 sampai 15 persen untuk mendorong pertumbuhan UKM di Indonesia.

"Harusnya bunga KUR lebih kecil dari bunga untuk pengusaha besar yang cuma 12 persen. Ini kan tidak adil, makanya saya belum puas dalam menurunkan bunga ini," katanya saat berkunjung ke KUD Indah Jaya di Kota Gorontalo, Sabtu (30/5).

Sebelumnya bunga KUR mengalami penurunan dari 22 persen menjadi 21 persen, yang disertai dengan kenaikan plafon atau besaran kredit dari Rp20 juta menjadi Rp25 juta tanpa agunan.

"Dulu keuntungan pengusaha kecil hanya habis untuk bayar bunga KUR, kalau bunganya diturunkan maka sebagian keuntungan bisa digunakan untuk mengembangkan usahanya. Makanya program KUR saat ini lebih fokus pada usaha mikro dan kecil," jelasnya.

Ia menjelaskan pihaknya sempat melakukan penghentian atau moratorium KUR, karena dianggap belum berpihak pada pengusaha kecil.

"KUR yang dulu terkendala dengan banyaknya kredit macet dan pelaksanaannya tumpang tindih. Sekarang kami ingin mengembalikan KUR ke ranahnya. Usaha yang gede nggak boleh lagi karena harus ada jaminan," ujarnya.

Untuk mempermudah proses pendanaan tersebut, pengusaha bisa mendapatkan jaminan dari anggota Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) diantaranya Jamkrindo.

"Assippindo sendiri menyiapkan sekitar 100 triliun rupiah untuk dana penjaminan. Kami berharap dana bisa segera terserap agar pertumbuhan UKM semakin baik," kata Ketua Dewan Pengawas Jamkrindo Braman Setyo.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement