Jumat 15 May 2015 07:16 WIB

Panen Perdana Kopi Setelah Erupsi Merapi

Biji kopi
Foto: Agung Supriyanto/Republika
Biji kopi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Petani kopi di lereng Gunung Merapi, Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai memanen biji kopi dari perkebunan setelah melakukan penanaman kembali pada 2012.

"Ini panen perdana dari penanaman kopi pada 2012, setelah pada 2010 seluruh kebun kopi hangus diterjang awan panas erupsi Merapi," kata salah satu petani kopi lereng Merapi Sumijo (40), Kamis (15/5).

Menurut dia, ditargetkan untuk awal panenan ini bisa mendapatkan lima ton biji kopi. Ia mengatakan panen kopi yang pertama ini tidak ingin terlalu muluk mengharapkannya karena tanaman juga ada yang terserang hama.

"Pada panen perdana ini target hanya lima ton karena memang belum optimal," kata pemilik Kedai Kopi di Tugu Ambruk, Petung, Kepuharjo tersebut.

 

Sumijo mengatakan dengan panenan ini, bisa mulai bertahap, lereng Merapi kembali dikenal juga dengan penghasil kopi baik jenis robusta maupun arabika dengan kualitas baik.

"Upaya masyarakat setempat untuk mengembalikan pamor atas kopi yang dihasilkan usai bencana erupsi Merapi 2010 terus dilakukan. Salah satunya dengan menanam bibit-bibit baru," katanya.

Ia mengatakan pada 2012 ditanam di lahan seluas 50 hektare. Pada 2013 bertambah 60 hektare, dan pada awal 2015 seluas 30 hektare.

"Setiap satu hektare berisi sekitar seribu tanaman kopi," katanya.

Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Sleman Heri Suprapto mengatakan tanaman kopi tidak hanya tersebar di Dusun Petung. Namun juga di Kopeng, Pagerjurang, Tegal Manggong, dan Kepuh. Menurut dia, dengan semakin tumbuhnya kopi di desanya, pihaknya berharap mampu juga menambah perekonomian masyarakat setempat.

"Harapannya dapat kembali menjadi desa wisata dan sentra budi daya kopi. Serta, berhasil melakukan budi daya dan pengolahan kopi agar menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement