Senin 27 Apr 2015 23:29 WIB

KAA Berakhir, Penerbangan Ciitilink Kembali Normal di Bandara Halim

Rep: C84/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pesawat milik maskapai penerbangan Citilink terparkir usai mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/4). (Prayogi/Republika)
Foto: Republika/Prayogi
Pesawat milik maskapai penerbangan Citilink terparkir usai mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/4). (Prayogi/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berakhirnya penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat pada (25/4), membuat maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali beroperasi dengan normal di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sebelumnya, Citilink harus mengalihkan sementara penerbangan dari pangkalan militer tersebut ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

"Terhitung 26 April 2015 atau Ahad lalu, seluruh penerbangan Citilink ke tujuh kota tujuan yang selama ini dilayani telah kembali berlangsung seperti biasanya. Semua penerbangan menuju dan dari Halim Perdanakusuma telah beroperasi normal," ujar President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan dalam siaran pers yang diterima ROL, di Jakarta, Senin (27/4),

Seperti diketahui, Citilink Indonesia mulai beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma sejak awal 2014. Albert mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan frekuensi terbang hingga menambah rute penerbangan dan kota-kota tujuan yang dilayaninya. Hingga kini anak perusahaan PT Garuda Indonesia itu telah melayani tujuh kota dengan 40 frekuensi penerbangan dalam sehari.

Adapun tujuh kota tujuan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma adalah Halim (Jakarta) – Bandara Kualanamu Medan sebanyak dua kali penerbangan PP dalam sehari, Halim – Bandara Juanda Surabaya (5 penerbangan PP sehari), Halim – Bandara Achmad Yani Semarang (3 penerbangan PP sehari) Halim – Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (4 penerbangan PP sehari), Halim – Bandara Adi Soemarmo Solo (1 penerbangan PP sehari), dan Halim – Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (4 penerbangan PP sehari) serta Halim – Bandara Abdul Rachman Saleh Malang (1 penerbangan PP sehari).

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura II, dan juga pimpinan TNI AU serta Airnav Indonesia yang telah membolehkan pengalihan penerbangan Citilink ke Bandara Soekarno-Hatta pada 21-25 April," lanjutnya.

Albert menambahkan, selama beroperasi di Cengkareng, Citilink tetap mampu melayani penumpang yang melakukan perjalanan domestik dengan baik. Pada 22–25 April 2015, seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma dialihkan ke Cengkareng. Penerbangan terakhir pada 25 April dikembalikan ke Halim Perdanakusuma.

Manajemen Citilink Indonesia mendukung sepenuhnya Konferensi Asia Afrika ke-60 karena peringatan ini penting demi persaudaraan dan solidaritas di antara negara Asia dan Afrika. Untuk itu Citilink mengupayakan agar kegiatan nasional bisa lancar terlaksana, namun juga kenyamanan penerbangan penumpang Citilink tidak terganggu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement