Kamis 19 Mar 2015 12:32 WIB

Kadin: Perkuat Cadangan Devisa Cegah Spekulan Rupiah

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan pemerintah harus memperkuat cadangan devisa untuk mencegah para spekulan di pasar valuta asing yang memanfaatkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah.

"Tetapi harus disadari bahwa satu-satunya cara untuk menempatkan negara dalam posisi yang kokoh dan tegar agar tidak bisa dipermainkan atau dikerjain oleh para spekulan adalah dengan memperkuat cadangan devisa kita," kata Suryo Bambang Sulisto, Kamis (19/3).

Upaya tersebut, lanjutnya, wajib hukumnya agar bisa mencegah dan tidak akan ada yang berani berspekulasi menyerang mata uang rupiah. Suryo menilai kebijakan pemerintah yang sudah mengeluarkan 8 kebijakan untuk meredam dampak pelemahan nilai tukar rupiah itu sudah bagus.

Ia mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah berdampak kepada para importir maupun pengusaha yang mempunyai pinjaman dalam valuta asing.

"Pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada semua sektor dalam tingkat yg berbeda-beda tentunya. Yang paling parah adalah bagi para importir dan bagi pengusaha yang punya pinjaman dalam valuta asing," ujar Suryo.

Menurut Suryo, para pengusaha terutama di sektor perikanan dan kelautan yang tidak mempunyai pinjaman mata uang dolar tidak berdampak terhadap lini usaha mereka.

"Justru bagi pengusaha perikanan yang tidak punya pinjaman dolar, apalagi kalau dia eksportir. wah ini masa panen raya seperti dapat durian runtuh, rezeki besar," ujar dia.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini memang sudah berlebihan di bawah level fundamentalnya (under value) yang disebabkan faktor eksternal dan juga internal.

"Kalau ditanya apakah pelemahannya sudah 'under value', memang iya. Mata uang kita melemahnya sebenarnya sudah berlebihan juga," ujar Mirza, Rabu (18/3).

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement