REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Asosiasi Padi Palawija Indonesia Arum Sabil menyebut, lemahnya dolar pasti akan memengaruhi industri apapun yang berkaitan dengan impor dan ekspor. Untuk impor akan rugi dan untuk ekspor malah untung.
Pelemahan rupiah, kata dia, selain berdampak buruk pada pengusaha kecil dan menengah, dimana daya beli masyarakat juga menjadi lesu karena harga-harga yang naik. "Ini sangat tidak bagus, karena UKM berhadapan dengan situasi kritis," katanya.
Karenanya, perlu dilakukan langkah inovatif pengganti gandum untuk terigu, agar tidak melulu bergantung pada impor. Misalnya, mengganti bahan baku terigu dari bagan singkong. Atau, bisa pemerintah menggalakan pwnanaman tebu di dalam negeri.
Advertisement