Senin 02 Mar 2015 19:08 WIB

AP II: Penutupan Loket di Bandara untuk Kurangi Transaksi Tunai

Rep: C85/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Suasana loket penjualan tiket maskapai di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/1). (Republika/Prayogi)
Foto: Republika/Prayogi
Suasana loket penjualan tiket maskapai di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/1). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Meski konter tiket atau penjualan tiket langsung di Bandara Soekarno Hatta sudah ditutup mulai 1 Maret lalu, masyakarat masih bisa membeli tiket di bandara. Namun, Angkasa Pura II selaku pengelola bandara menegaskan, pembelian tiket hanya bisa dilakukan di ATM atau anjungan komputer yang disediakan oleh AP II.

Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi menjelaskan, tiket bisa dipesan secara online sebelumnya secara online, atau memesan melalui anjungan tunai yang disediakan oleh pihak bandara.

"Calon penumpang masih bisa beli dengan mesin ATM. Intinya, sistem ini untuk mengurangi transaksi cash di bandara," jelas Budi, Senin (2/3).

Sehingga, Budi menambahkan, meski masyarakat masih bisa membeli tiket di bandara, namun dengan hilangnya loket tiket manual akan menekan pergerakan para calo. Sedangkan gerai layanan konsumen yang ada di bandara hanya khusus melayani transaksi di luar pembelian tiket pesawat.

"Konter layanan konsumen (costumer service) sebagai pengganti loket tiket. Untuk perubahan jadwal penerbangan, perubahan rute, melakukan proses refund. Termasuk juga untuk pembatalan penerbangan," ujar Budi.

Sebelumnya, Menteri Jonan meminta agar semua airline beralih kepada sistem penjualan tiket secara oonline hal ini untuk menghilangkan praktik percaloan yang terindikasi terjadi di bandara. Jonan juga meminta secara khusus kepada semua maskapai untuk menutup gerai penjualan tiket di bandara dan menggantinya dengan gerai pelayanan.

"Maskapai harus lakukan modernisasi. Pertama diganti pakai mesin (penjualan tiket) dan penyediaan costumer service," ujar Jonan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement