Rabu 25 Feb 2015 08:39 WIB

Tak Bangun Smelter, Izin Ekspor Konsentrat PT Newmont Terancam Dicabut

Rep: C75/ Red: Bayu Hermawan
  Sejumlah dump truk, mengangkut bebatuan hasil tambang PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Areal Tambang Batu Hijau, Kecamatan Sengkongkang, Sumbawa Barat, Kamis (18/12).(Republika/Raisan Al Farisi)
Sejumlah dump truk, mengangkut bebatuan hasil tambang PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Areal Tambang Batu Hijau, Kecamatan Sengkongkang, Sumbawa Barat, Kamis (18/12).(Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Bupati Sumbawa Barat, Zulkifli Muhadli mengancam tidak akan memperpanjang izin ekspor konsentrat PT Newmont Nusa Tenggara, apabila perusahaan itu tidak membangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat.

"Dia (Newmont Nusa Tenggara) habis izin ekspor konsentrat 18 Maret mendatang. Kalau dia tidak mendapatkan pihak ketiga untuk membangun smelter, dia gak akan diberi izin oleh pemerintah," tegasnya di Kota Mataram, Rabu (25/2).

Zulkifli mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dan meminta Newmont membangun smelter serta pihak ketiga, investor nasional yang siap membangun smelter di Sumbawa Barat.

"Yang kita tunggu bahwa Newmont siap mendrop konsentrat sebagai bahan baku dari smelter, begitu selesai dibangun smelter," ujarnya

Ia melanjutkan pembangunan smelter di Sumbawa Barat akan mendorong terciptanya lapangan pekerjaaan. Selain itu, limbah smelter sendiri bisa digunakan untuk menciptakan produk-produk lainnya.

"Kalau dibangun di luar KSB, kita gak dapat apa-apa. Nilai konsentrat tiap tahun itu mencapai 20 triliun yang keluar dari KSB. Dan kita dapat cuma 70 mililaar setahun," katanya.

Zulkifli mengatakan pihak ketiga sudah siap membangun smelter di KSB dengan nilai investai yang diperkirakan sekitar 3-4 triliun. Dengan kapasitas mencapai 1000 ton perhari. Selain itu, lahan yang digunakan untuk membangun smelter diperkirakan mencapai 50 hektar di sekitar lingkar tambang.

Ia menuturkan, jika PT Newmont bersikeras tidak membangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat. Maka, dirinya mengancam akan menutup jalur keluar masuk kapal yang membawa konsentrat.

"Saya akan membuat palang supaya kapal gak bisa keluar jika tidak membuat smelter di KSB," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement