Kamis 19 Feb 2015 19:14 WIB

Pemerintah Masih Kaji Proyek Cilamaya

Rep: c85/ Red: Dwi Murdaningsih
Kapal pengangkut peti kemas yang yang menunggu antrean bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Jumat (6/2).( Republika/Prayogi).
Foto: Republika/Prayogi
Kapal pengangkut peti kemas yang yang menunggu antrean bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Jumat (6/2).( Republika/Prayogi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proyek pelabuhan Cilamaya terus jadi sorotan. Pemerintah menilai pembangunan Pelabuhan Cilamaya akan memberikan stimulus yang baik bagi penurunan biaya logistik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo yang membawahi Kementerian Perhubungan selaku kementerian terkait, mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan kajian antara pengambil kebijakan.

"Saat ini BPPT, Bappenas, dan Kemenhub sedang lakukan kajian. Nantinya akan diberikan kepada kemenhub sebagai dasar pertimbangan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya," jelas Indroyono, Kamis (19/2).

Pelabuhan Cilamaya sendiri sempat menuai kontra dari aktivis lingkungan karena dinilai memanfaatkan lahan produktif. Selain itu lokasi awal Pelabuhan Cilamaya juga melintas di atas bentangan pipa gas Pertamina, sehingga menimbulkan kekhawatiran. Namun Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sendiri telah menegaskan bahwa lokasi pembangunan digeser tiga km dari lokasi semula.

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya sendiri rencananya akan diserahkan kepada swasta. Hal ini dilakukan lantaran pemanfaatan pelabuhan ini nantinya lebih kepada kebutuhan komersil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement