Jumat 26 Dec 2014 18:57 WIB

Indonesia Harus Hati-Hati Dengan Open Sky Asean 2015

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta
Foto: Amin Madani/Republika
Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Sepanjang 2014, industri penerbangan di Indonesia mengalami kondisi yang suram. Penerbangan yang berdiri di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami pencapaian yang kurang mumpuni.

Apalagi dengan rencana Open Sky Asean di tahun 2015. Pengamat penerbangan, Chappy Hakim, menyatakan sebetulnya sampai saat ini belum ada penjelasan resmi terkait perencanaan ditetapkannya Open Sky Asean 2015.

Menurutnya, kesepakatan Open Sky Asean ini memiliki indikasi bahwa maskapai penerbangan asing ingin menguasai Indonesia. Di Asean, Indonesia merupakan negara yang memiliki air space cukup besar yakni 80 persen.

“Sebetulnya demand market Indonesia sedang tinggi, namun banyak maskapai yang terpuruk, dan pabrik pesawat juga gak ketahuan nasibnya, sehingga banyak negara lain yang mengincar masuk kesini,” kata Chappy.

Dengan kondisi demikian, maka diharapkan pemerintah segera melakukan sebuah gebrakan untuk memperbaiki industri penerbangan di Tanah Air, agar memiliki daya saing. Sehingga, ke depannya maskapai penerbangan nasional dapat tertata dengan baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement