Senin 13 Oct 2014 17:08 WIB

Pergerakan IHSG Masih Didominasi Sentimen Pasar Semata

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah
Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/7).
Foto: antara
Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menjelang pelantikan presiden 20 Oktober mendatang, sentimen pelaku pasar masih akan jadi faktor dominan aktifitas pasar semata.

Head of Sales and Marketing PT First State Investment Indonesia Harsya Prasetyo, CFA, mengungkapkan aktifitas indeks belakangan ini lebih banyak dpengaruhi sentimen pasar. ''Hingga 20 Oktober mendatang tidak ada isu besar sehingga setiap berita apapun bisa memicu sentimen beragam,'' kata Harsya di sela-sela kegiatan HSBC Wealth & Beyond 2014, Senin (13/10).

Berita kejelasan kenaikan Fed Rate masih memengaruhi isu global dan regional. Sebab pasar masih menyimpan bertanyaan seperti apakah The Fed akan benar-benar mengakhiri tapering yang rencananya akan diselesaikan Oktober dan tidak ada perpanjangan atau bagaimana kesiapan ekonomi AS jika Fed Rate jadi naik pertengahan 2015.

Saat ada koreksi IHSG belum lama ini, ia mengamati investor ritel dan institusi domestik memang masuk lagi ke pasar modal. Mulai ada peningkatan aktifitas investor domestik.

Tapi Harsya tidak bisa memastikan apakah reposisi ini akan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh investor domestik. Kondisi itu juga setidaknya jadi momen bagus bagi investor domestik untuk masuk ke pasar modal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement