Rabu 03 Sep 2014 11:38 WIB

Pemerintah Mengaku Putar Otak Tingkatkan Konsumsi Jeruk Lokal

Rep: C88/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah
Pedagang menata buah lokal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (29/8).(Prayogi/Republika)
Foto: Prayogi/Republika
Pedagang menata buah lokal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (29/8).(Prayogi/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah berharap petani tak perlu khawatir serbuan jeruk impor yang masuk ke Indonesia. Meski jeruk adalah buah yang paling banyak diimpor ke Indonesia namun jumlahnya jauh lebih kecil jika dibandingkan produksi dalam negeri.

Hal tersebut dikatakan Direktur Tanaman Hortikultura Hasanuddin Ibrahim, Selasa (2/9). Lagipula, tutur dia,impor buah dari tahun ke tahun semakin menurun. Ia mengungkapkan, impor jeruk menurun lima persen dalam setahun terakhir karena produksi dalam negeri mencukupi.

Baca Juga

Hingga saat ini pemerintah masih terus menggenjot produktivitas jeruk. Di samping itu, teknologi degreening mulai dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan daya saing jeruk dalam negeri. Dengan metode degreening, kulit jeruk dapat berwarna kuning sempurna.

Hasanuddin melanjutkan, pemerintah juga tengah menjajaki delivery system marketing dalam mengembangkan industri olahan buah. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi buah dalam negeri. "Buah lokal akan dikemas dalam bentuk potongan dan didistribusikan untuk kalangan pekerja kelas menengah ke atas," terang Hasanuddin.

Selain menaikkan pamor buah lokal, sistem ini juga diharapkan mampu mengurangi konsumsi buah impor. Hingga saat ini, Indonesia merupakan eksportir nanas terbesar ketiga di dunia. Komoditas buah lain yang juga mulai dilirik untuk ditingkatkan ekspornya adalah manggis dan salak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement