Selasa 22 Jul 2014 18:55 WIB

CT Minta Pelaku Pasar Tenang

Chairul Tanjung
Foto: Republika/Prayogi
Chairul Tanjung

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung meminta para pelaku pasar tetap tenang dan tidak mengambil langkah spekulatif terkait kondisi perpolitikan saat ini, setelah salah satu capres mengundurkan diri dari ajang pemilu presiden.

"Ini adalah sebuah keniscayaan dan kenyataan. Saya menghimbau seluruh rakyat Indonesia dan pelaku pasar, dunia usaha, domestik, swasta dan asing, untuk bisa menerima kenyataan yang ada," katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Chairul mengaku tidak senang dengan pengunduran salah satu capres tersebut, karena kekhawatiran dari pelaku pasar sebagai respon atas kejadian itu, sempat membuat kondisi pasar keuangan fluktuatif dan bergejolak.

"Saya tadinya merasa ada hal yang bisa diterima oleh yang menang dan yang kalah secara baik. Tapi ternyata salah satu pihak tidak bisa menerima hasil pemilu yang ada dan menyatakan hasil itu tidak sah, walaupun tidak akan mengajukan ke MK," katanya.

Chairul mengharapkan semua pihak tetap menghormati keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan seluruh elemen dapat menghormati Undang-Undang berlaku, karena sikap seperti itu dapat menyebabkan situasi pasar keuangan yang lebih kondusif.

"Pasar menyayangkan bisa terjadi seperti itu, karena kalau seandainya bisa diterima, tentu hasilnya akan terbalik, rupiah akan lebih menguat sangat luar biasa," ujar mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore melemah sebesar 58 poin menjadi Rp11.630 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.572 per dolar AS.

"Pelemahan nilai tukar rupiah lebih didorong oleh isu politik dikarenakan salah satu dari capres-cawapres belum menerima hasil perhitungan suara oleh komisi pemilihan umum (KPU)," ujar Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova.

Menurut Rully, mata uang rupiah akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas hingga kondisi politik di dalam negeri kembali stabil dan situasi menjadi lebih kondusif.

Sementara, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 43,60 poin atau 0,85 persen ke posisi 5.083,52 menyusul aksi ambil untung sejumlah investor. Sedangkan, indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 7,53 poin (0,86 persen) ke level 873,77.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement