Ahad 01 Dec 2013 14:27 WIB

760 Perusahaan Cina Antre Daftarkan Sahamnya ke Bursa

Rep: f/ Red: Nidia Zuraya
EKONOMI CINA: Pertumbuhan ekonomi Cina
Foto: blacktokyo.com
EKONOMI CINA: Pertumbuhan ekonomi Cina

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina akan mengakhiri pembekuan listing baru di bursa efek yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Regulator sekuritas Cina akan mereformasi aturan penawaran umum saham perdana untuk memudahkan perusahaan Cina memperoleh dana segar dari pasar modal.

China Securities Regulatory Commission (CSRC) menyatakan setidaknya terdapat 50 perusahaan yang tengah menunggu izin dari otoritas Cina untuk melakukan initial public offering (IPO). Setidaknya terdapat 760 perusahaan lain yang mengantre pendaftaran IPO. Dalam pernyataan yang dirilis regulator sekuritas Cina, perlu satu tahun untuk menyelesaikan audit seluruh aplikasi yang masuk.

"Ini merupakan hal yang positif bagi perkembangan pasar Cina. Baik perusahaan maupun investor akan memiliki lebih banyak pilihan di bawah kebijakan baru," ujar analis dari Shenyin and Wanguo Securities Co, He Zongyan, dikutip laman Bloomberg, Ahad (1/12).

Cina merupakan pasar IPO terbesar pada 2010. Seoanjang tahun tersebut bursa Cina memperoleh dana segar senilai 71 miliar dolar AS. Negara tirai bambu tersebut tidak melakukan IPO sejak Oktober 2012 akibat fraud yang dialami CSRC.

CSRC mengatakan akan menyusun aturan untuk memungkinkan perusahaan menjual saham preferen, sesuai pedoman yang dikeluarkan Dewan Negara. Penggunaan saham preferensi akan membantu memperdalam reformasi perusahaan, menyediakan alat pembiayaan yang fleksibel bagi perusahaan dan menciptakan kestabilan di pasar modal.

CSRC mengumumkan akan membuat reformasi pasar modal yang tertuang dalam 60 poin perubahan. Sebanyak 12 dari poin tersebut akan fokus pada pengembangan pasar keuangan. Hal ini sesuai janji Partai Komunis yang melakukan perubahan kebijakan untuk satu dekade mendatang. Pemerintahan baru telah berjanji untuk memberikan peran yang lebih besar kepada pasar dalam pengembangan perekonomian negara dan mengurangi campur tangan pemerintah.

Mantan Gubernur Bank of China Xiao Gang mengatakan, pergeseran sistem IPO harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari guncangan pasar. Tidak ditinjaunya aplikasi untuk listing di bursa saham Shanghai dan Shenzhen di tengah banjir saham baru akan merusak kepercayaan investor.

Berdasarkan situs resmi CSRC, perusahaan pembuat kaleng asal Cina Org Packaging Co tengah menanti persetujuan regulator untuk melaksanakan IPO. Hal serupa tengah dinanti perusahaan milik negara, China National Nuclear Corp dan Bank of Shanghai Co. Setidaknya sudah 83 perusahaan yang melengkapi seluruh pendaftaran untuk IPO, termasuk Shaanxi Coal and Chemical Industry Group Co dan China Postal Express and Logistics Co.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement