Rabu 16 Oct 2013 16:37 WIB

Rotan, Primadona Baru Ekspor Nonmigas

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Nidia Zuraya
Perajin Rotan
Foto: Antara
Perajin Rotan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag)  berupaya menggenjot ekspor furniture. Dibandingkan tahun lalu, nilai ekspor furnitur ditargetkan naik sebesar 30 persen. "Rotan jadi andalan ekspor furniture kita," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan, Rabu (16/10). 

Selain rotan, peluang ekspor di dunia otomotif dikatakan cukup besar. Tahun lalu, Kemendag bahkan dibuat terkejut dengan larisnya penjualan rumah kayu dan bulu mata khas Probolinggo. Untuk bulu mata contohnya, berhasil mencapai total 250 juta dolar AS per tahun.

Indonesia juga sedang mengembangkan pasar non tradisional, seperti Timur Tengah dan Afrika. Gita pun optimistis telah terjadi pemulihan pertumbuhan ekonomi di negara maju, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Hal ini diharapkan menjadi angin segar untuk perekonomian Indonesia.

Ketua Asosiasi Mebel dan Rotan Indonesia (AMKRI) Sunoto mengatakan ada lima hal yang perlu dipahami pengusaha untuk mengembangkan bisnis rotan, yaitu penetrasi pasar, eksibisi, teknologi tepat guna, infrastruktur yang memadai dan dukungan regulasi. Kelima unsur ini harus berjalan secara simultan. "Kalau Eropa terkenal dengan teknologinya yang tinggi, Indonesia dikenal dengan kualitas rotannya yang tinggi," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan eksportir Indonesia sudah meningkatkan kualitas produk. Upaya terus-menerus ini dilakukan agar kelak pengusaha Indonesia tangguh menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di 2015. Saat itu kita harus bersaing dengan produk bagus yang masuk ke dalam negeri. "Jadi pasar dalam negeri harus kita kuasai," katanya.

Untuk itu pengusaha harus menemukan strategi jitu agar bisa berproduksi dalam jumlah yang besar, dengan harga yang bersaing. Apindo sendiri sejak lama mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (AKM) agar target ini tercapai.

Pada ajang Trade Expo Indoensia (TEI) di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) di Kemayoran, Jakarta, hari ini (16/10), transaksi ekspor ditargetkan mencapai 2 miliar dolar AS. Pameran terdiri dari sektor kerajinan tangan, furnitur, produk makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, produk agro serta sektir hasa. Selain itu juga terdapat produk consumer goods, otomotid, kulit, produk elektronik dan lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement