REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Perusahaan minuman Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meresmikan jalur produksi baru dan pembangunan Pusat Distribusi Regional seluas 11 ribu meter persegi di pabrik CCAI Medan, Sumatra Utara. CCAI menghabiskan dana sekitar 30 juta dolar untuk investasi di wilayah Sumatra.
"Ini adalah investasi untuk menunjang bisnis kami di Indonesia secara keseluruhan," kata Acting President Director CCAI Stuart Comino, dalam siaran pers kepada Republika, Jumat (27/9).
Comino menambahkan, bisnis perseroan di Indonesia terus berkembang. Tahun ini pertumbuhannya mencapai 15 persen, didukung oleh gencarnya penetrasi kulkas Coca-Cola di pasar.
Investasi ini adalah realisasi dari rencana ekspansi kapasitas produksi dan distribusi Coca-cola di seluruh Nusantara. Ekspansi ini dilakukan untuk meningkatkan level pelayanan untuk terus memberikan yang terbaik kepada semua pelanggan minuman di Indonesia.
Pabrik yang terletak di area seluas 50 ribu meter persegi ini memiliki empat mesin produksi. Kapasitas produksinya mencapai 30 ribu krat per hari. Medan adalah pabrik kedua CCAI yang tahun ini dilengkapi dengan fasilitas Pusat Distribusi Regional.
CCAI juga telah membangun Pusat Distribusi Regional lebih besar di Cibitung-Bekasi yang telah beroperasi di awal 2013. Selain di Bekasi dan Medan, perseroan berencana membangun Pusat Distribusi Regional lain di Semarang. Pusat distribusi ini ditarget rampung pada bulan Juli 2014.
"Pusat Distribusi Regional dibuat untuk mengintegrasikan volume produksi dan distribusi ke dalam satu area," ujar Comino. Tak hanya meningkatkan efisiensi, fasilitas ini juga mendukung pengembangan rantai FMCG yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
Selain dari penambahan jalur produksi dan Pusat Distribusi Regional, area kantor di pabrik Medan juga direvitalisasi untuk mendukung komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik dan aman bagi semua karyawan. Saat ini, Coca-Cola Amatil Indonesia memperkerjakan lebih dari 1.000 karyawan di wilayah Sumatera.