Kamis 18 Apr 2013 12:09 WIB

Transaksi Perbankan Sektor Hulu Migas Meningkat Drastis

Rep: Sefti Oktarianisa/ Red: Nidia Zuraya
Pengeboran minyak di laut lepas, ilustrasi
Pengeboran minyak di laut lepas, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan terjadinya peningkatan peran perbankan di sektor hulu migas. Bahkan hingga Maret ini, nilai komitmen tahunan transaksi pembayaran dan dana abandontment and site restoration (ASR) meningkat signifikan dibanding posisi yang sama 2009.

"Nilai komitmen transaksi pembayaran melalu bank BUMN dan BUMD naik 135 persen," tegas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Kamis (18/4). Terjadi peningkatan transaksi pembayaran hingga menjadi 26,678 miliar dolar AS atau sekitar Rp 240 triliun.

Penempatan dana ASR di bank pemerintah juga naik 165 persen dibanding 2009 lalu. Di mana hingga Maret 2013 ini, dana ASR tercatat sebesar 355 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,2 triliun.

Mantan Wamen ESDM ini pun optimistis peningkatan bakal semakin besar ke depan. "Sinergi hulu migas dan perbankan nasional masih cukup terbuka," ujarnya.

Dari sektor pembiayaan misalnya, kebutuhan investasi  migas saja masih membutuhkan bantuan dana dari perbankan hingga Rp 150 hingga 200 triliun per tahun. Ini, kata Rudi, tentu mudah bagi perbankan mengingat dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional yang belum tersalur ke kredit mencapai Rp 570,75 triliun per tahun.

Apalagi, produkstivitas pembiayaan hulu migas tergolong besar dibanding sektor lain. Dimana dengan kredit Rp 1 miliar saja di hulu migas, nilai tambah ekonomi bakal meningkat hingga Rp 6,63 triliun.

Ini berbeda dengan penyaluran kredit ke sektor lain. Di mana penyaluran kredit lainnya hanya memberi nilai tambah Rp 4,94 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement