REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Economist the Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip, memproyeksikan pemerintah tak akan menaikkan harga BBM tahun depan. Karena, ia memperkirakan, hal ini menyebabkan inflasi tahun depan akan tetap sesuai proyeksi pemerintah, 4,5 persen.
Dalam RAPBN 2013, pemerintah memang sudah memunyai mandat menaikkan BBM. Ini melihat pertimbangan kemampuan fiskal yang semakin berkurang. "Harga minyak mentah memang cenderung naik, namun minyak mentah tahun depan tak akan naik signifikan," katanya kepada Republika di Jakarta, Ahad (9/12).
Tren harga minyak dunia saat ini menjadikan minyak jenis Minas menjadi acuan pelaku perdagangan (trader). Biasanya, harga minyak dunia mengacu pada jenis Brent. Tren terkini yang dirangkum IEI, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di New York komposisinya turun.
Angkanya dari 94,6 dolar AS per barel pada September 2012 menjadi 86,7 dolar AS per barel pada November 2012. Minyak Brent, turun dari 113,4 dolar AS per barel pada menjadi 109,4 dolar AS per barel. Sedangkan Minas turun dari 115,9 dolar AS per barel menjadi 107,5 dolar AS per barel.
Minyak jenis Minas selama ini diproduksi di Indonesia, Vietnam, dan Sudan. Sedangkan jenis Brent diproduksi di negara-negara Afrika, seperti Nigeria dan pecahan Uni Soviet.
Harga Minas saat ini sudah di bawah Brent. Kondisi ini, kata Sunarsip, merupakan fenomena langka. Apalagi dengan dijadikannya Minas sebagai acuan trader, maka diproyeksikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tahun depan akan menurun.
Tren tersebut sudah terlihat di mana ICP turun dari 111 dolar AS per barel pada September 2012 menjadi 109,9 dolar AS per barel pada Oktober 2012. Meskipun tren minyak tinggi, kata Sunarsip, namun ekspektasi kenaikan ICP masih dalam ambang batas normal, sekitar 105 dolar AS per barel.
Selisih dua dolar AS per barel, misalnya jika ICP naik menjadi 107 dolar AS, maka defisit APBN hanya satu triliun rupiah. "Selisih itu akan dipilih pemerintah ketimbang mengorbankan dampak ekonomi, sosial, dan politik di masyarakat yang lebih besar," ujar Sunarsip.
Sunarsip menegaskan, secara teknis, kemungkinan pemerintah menaikkan harga BBM itu tidak akan terjadi. Apalagi, kondisinya menjelang pemilihan umum (pemilu).