Rabu 05 Dec 2012 20:20 WIB

Presiden SBY Minta Bisnis Properti Diseriusi

Rep: Esthi Maharani/ Red: Indah Wulandari
Perumahan Rakyat
Foto: tuanmuda.us
Perumahan Rakyat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Industri properti tanah air bakal digarap serius oleh pemerintah karena bisa menciptakan peluang lapangan kerja yang besar.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan industri tersebut akan memberikan multiplier effect terhadap lapangan kerja. “Secara tidak langsung efeknya sebesar 3,5 kali," katanya saat membuka rapat kerja nasional Real Estate Indonesia (REI), Rabu (5/12).

Efek penciptaan lapangan kerja dirincinya yakni setiap Rp 1 miliar menyerap sekitar 105 orang per tahun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun memberikan perhatian terhadap potensi penciptaan lapangan pekerjaan dari industri properti.

"Saya dengarkan tadi untuk Rp 1 miliar itu bisa menciptakan 100 pekerja sepanjang tahun. Berarti kalau Rp 1 triliun berarti 100 ribu, kalau 5 trilun berarti 500 ribu," katanya.

Presiden mengaku, sebelumnya dalam rapat kabinet membahas upaya pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan. Terungkap jika tingkat pengangguran di Indonesia sebesar 6,1 persen. Angka ini dinilainya masih lebih kecil dibandingkan negara lain yang bisa menyentuh 25 persen.

Meski begitu, ia menginginkan agar tingkat pengangguran bisa lebih rendah lagi.

"Kita ingin tiap tahun kita ciptakan lebih bayak lapangan pekerjaan. Ingat, setiap tahun juga dibanjiri lagi oleh tenaga kerja angkatan kerja baru. Jadi disamping menyerap sisa pengangguran, harus menyerap pula angkatan kerja baru itu," katanya.

Pada tahun-tahun terakhir ini, penyerapan tenaga kerja sekitar 500 ribu. Presiden ingin agar angka itu lebih tinggi lagi. Harapannya bisa antara 700 ribu sampai 1 juta orang terserap dalam dunia kerja.  

"Kalau kita hasilkan net seperti itu 700 ribu sampai 1 juta maka pengangguran kita akan turun mendekati 5 persen dan tidak mustahil di masa depan lebih turun lagi," katanya.

Tentang penciptaan lapangan kerja di sektor perumahan, Presiden meminta Menko Perekonomian dan Menpera bersama-sama menyusun strategi, konsep, dan rencana aksi yang jitu untuk hal tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement