Senin 13 Jul 2026 15:24 WIB

Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Rp 225 Triliun, Serap 37.833 Tenaga Kerja

Investasi hilirisasi ditargetkan memperkuat industri nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria usai melakukan audiensi dengan KPK di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya pencegahan korupsi serta meminta KPK untuk mendampingi terhadap proyek-proyek strategis guna mencegah potensi korupsi.
Foto: Republika/Prayogi
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria usai melakukan audiensi dengan KPK di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya pencegahan korupsi serta meminta KPK untuk mendampingi terhadap proyek-proyek strategis guna mencegah potensi korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi strategis nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Total nilai investasinya mencapai Rp225 triliun dan diproyeksikan mampu menyerap 37.833 tenaga kerja.

“Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” kata Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dalam keterangannya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (13/7/2026).

Baca Juga

Pelaksanaan proyek dilakukan dalam dua fase. Fase I, yang dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp109 triliun dan potensi penyerapan 11.456 tenaga kerja.

Sementara itu, Fase II, yang dimulai melalui groundbreaking pada 29 April 2026, meliputi 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp116 triliun dan diperkirakan menyerap 26.377 tenaga kerja.

“Hilirisasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian nasional, tidak hanya dari sisi investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat,” ucap Dony.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi