Senin 29 Jun 2026 16:32 WIB

Pengembangan SDM Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis

Perusahaan harus memberi ruang bagi pengembangan kompetensi karyawan.

CEO PT Infiniti Kane Nusantara dan PT Franchise Sukses Indonesia, Rama Aditya.
Foto: Ist
CEO PT Infiniti Kane Nusantara dan PT Franchise Sukses Indonesia, Rama Aditya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kontribusi dunia usaha tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan laba, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan sumber daya manusia. Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat, penyerapan tenaga kerja serta regenerasi kepemimpinan dinilai menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan bisnis.

 

Baca Juga

Perusahaan juga dituntut membangun organisasi yang mampu menciptakan lingkungan kerja produktif sekaligus memberi ruang bagi pengembangan kompetensi karyawan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar perusahaan memiliki sumber daya manusia yang siap beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.

CEO PT Infiniti Kane Nusantara dan PT Franchise Sukses Indonesia Rama Aditya mengatakan, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus dalam pengelolaan perusahaan. Menurut dia, organisasi yang sehat tidak hanya mengejar target bisnis, tetapi juga menjaga keseimbangan kerja, memperkuat koordinasi antartim, dan membangun budaya kerja yang kolaboratif.

Saat ini, perusahaan yang dipimpinnya mempekerjakan lebih dari 1.100 tenaga kerja yang tersebar di lebih dari delapan entitas usaha. Menurut Rama, skala organisasi yang terus berkembang membutuhkan sistem kepemimpinan yang mampu menjaga efektivitas operasional sekaligus menyiapkan regenerasi di setiap lini.

“Dalam kepemimpinan bersama tim, saya selalu mengedepankan kepentingan perusahaan, namun dengan batasan-batasan tertentu yang berfokus pada keseimbangan tim, kelancaran koordinasi, dan jalannya operasional,” ujar Rama, Senin (29/6/2026).

Menurut dia, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh capaian finansial. Pengembangan talenta internal justru menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing perusahaan di masa mendatang.

Karena itu, perusahaan berupaya membangun sistem yang memungkinkan karyawan berkembang secara bertahap hingga mampu memimpin unit kerja secara mandiri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan kesinambungan organisasi sekaligus membuka peluang pengembangan karier bagi karyawan.

“Bagi saya, uang hanyalah sekadar alat, bukan tujuan akhir dari suatu pencapaian,” katanya.

Rama mengatakan, perusahaan juga perlu membangun ekosistem kerja yang mendorong setiap individu untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya. Menurut dia, regenerasi kepemimpinan tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi melalui proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Ia menilai penciptaan lapangan kerja dan pengembangan pemimpin dari internal perusahaan merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Semakin banyak tenaga kerja yang terserap dan memperoleh kesempatan berkembang, semakin besar pula kontribusi perusahaan terhadap perekonomian dan masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement