Senin 15 Oct 2012 19:47 WIB

Total Subsidi BBM dan Listrik Nasional 2012 Capai Rp 306 Triliun

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Instalasi Listrik PLN
Foto: Antara
Instalasi Listrik PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Total realisasi subsidi bahan bakar minyak dan listrik selama 2012 mencapai Rp 305,9 triliun. Besaran subsidi ini terjadi usai adanya persetujuan Badan Anggaran DPRRI terhadap penambahan subsidi listrik dan BBM dari pemerintah.

Pemerintah mengajukan penambahan subsidi listrik senilai Rp 89,1 triliun. Subsidi listrik tersebut dihitung dari tujuh indikator yakni Indonesian crude price, nilai tukar rupiah, margin, tarif tenaga listrik, pertumbuhan penjualan, potensi kerugian dan bahan bakar pembangkit listrik lainnya seperti batu bara, gas, dan panas bumi.

"Outlook subsidi listrik tahun 2012 sebesar RP 89,1 triliun didasarkan pada perkiraan realisasi asumsi makro dan parameter energi input di tahun 2012," ujar Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, saat rapat dengan Badan Anggaran DPRRI di komplek parlemen, senayan, Jakarta, Senin (10/15).

Menurut dia, pembayaran subsidi listrik hingga akhir tahun tersebut salah satunya akan menggunakan anggaran cadangan subsidi energi senilai Rp 23 triliun. Sementara untuk subsidi BBM dan LPG bakal mencapai Rp 216,8 triliun.

Agus mengungkapkan terdapat penambahan subsidi BBM dari akhir semester 1 sebesar 4,04 juta kilo liter. Sementara, untuk tambahan subsidi LPG sebesar 0,22 juta ton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement