REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai bahwa kalangan perbankan masih bisa menerima tingkat BI Rate sebesar 6,75 persen. "BI Rate 6,75 persen masih bisa di-'accept' perbankan," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (7/4).
Wimboh menyebutkan, secara umum kondisi perekonomian hingga saat ini masih menunjukkan tren positif yang terlihat dari sejumlah indikator. Misalnya BI Rate yang sudah turun dari sebelumnya di atas 10 persen menjadi saat ini 6,75 persen.
"Beberapa waktu lalu mengalami kenaikan karena harus ada pengendalian inflasi yang meningkat ketika itu," kayanya.
Sementara itu cadangan devisa dalam posisi aman yaitu mencapai 100 miliar dolar AS. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan impor selama tujuh bulan. Sedangkan tingkat inflasi hingga Maret 2011 mencapai 6,65 persen (YoY). BI optimis target inflasi sebesar lima plus minus satu persen selama 2011 akan tercapai.
BI juga optimis tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2011 akan mencapai 6,0 hingga 6,5 persen.