Rabu 16 Mar 2011 13:49 WIB

Pengiriman Udang dari Sidoarjo ke Jepang Terganggu

REPUBLIKA.CO.ID,SIDOARJO--Pengiriman udang dari Kabupaten Sidoarjo ke Jepang menjadi terganggu pascagempa 8,9 skala Richter diikuti tsunami, Jumat (11/3). Suplier Udang Al Ridho Group Sidoarjo Imam Hamzah, Rabu mengatakan, sejak bencana gempa yang mengguncang Jepang beberapa waktu lalu, membuat pengiriman udang ke Jepang terganggu hingga terjadi pembatalan pembelian. "Seharusnya pada akhir bulan ini ada pembeli dari Jepang yang ingin melihat produksi udang di tambak kami, tetapi akhirnya dibatalkan dengan alasan terjadi bencana negara itu," ucapnya.

Ia menyebutkan, pembeli dari Jepang tersebut biasanya membeli udang produksi Sidoarjo, setelah melihat tambak secara langsung. "Tapi untuk proses pengirimannya, kami masih melalui perusahaan besar atau pengepul yang ada di wilayah Surabaya dan Gresik," paparnya.

Menurut dia, dalam setiap bulan dirinya bisa mengirimkan udang jenis "black tiger" dan vaname sekitar 10 ton. Namun, sejak terjadinya gempa ini diperkirakan akan ada penurunan pengiriman udang ke Jepang sekitar 2 ton, menjadi 8 ton setiap bulannya.

Ia mengatakan, pembeli dari Jepang lebih cenderung menyukai udang lokal yakni jenis "black tiger" karena lebih alami. Ia berharap, kondisi pemulihan Jepang pascatsunami segera teratasi supaya proses pengiriman udang kembali pulih.

Udang jenis "black tiger" dijual dengan harga sekitar Rp65 ribu setiap kilogramnya, tergantung dari besar kecilnya udang yang dihasilkan. "Biasanya semakin besar ukuran udang maka harga jualnya akan semakin tinggi. Dan biasanya dalam setiap kilogramnya berisi sekitar 25 sampai dengan 30 ekor udang," katanya.

Imam juga menyebutkan, jika selama ini pihaknya masih sebatas mengirimkan udang ke perusahaan di Surabaya dan Gresik, untuk selanjutnya dikirimkan ke Jepang. "Kami belum berani melakukan pengiriman udang ke Jepang secara langsung karena terbatasnya biaya dan juga sumber daya manusia," ucapnya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement