Kamis 10 Feb 2011 18:37 WIB

Juni 2011, Semen Kupang Beroperasi Kembali

Semen Kupang
Semen Kupang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kementerian BUMN memastikan PT Semen Kupang (Persero) mulai berproduksi paling lambat Juni 2011, setelah mendapat suntikan dana dari investor sekitar Rp 300 miliar. "Paling lambat pertengahan tahun ini Semen Kupang sudah bisa berproduksi, setelah mereka bekerjasama dengan PT Sarana Agro Gemilang," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Jakarta, Kamis (10/2).

Menurut Mustafa, masuknya Sarana Agro Gemilang sebagai mitra kerjasama operasional (KSO) terkait dengan program restrukturisasi Semen Kupang melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Ia menjelaskan, dana sebesar Rp 300 miliar akan digunakan untuk modal kerja, penyediaan energi berupa pasokan listrik, perbaikan dan penggantian mesin.

Saat mulai beroperasi, kapasitas produksi Semen Kupang akan mencapai 300.000 ton per tahun, dan akan ditingkatkan menjadi sekitar 500.000 ton per tahun dalam tiga empat tahun ke depan. Semen Kupang sejak Maret 2008 tidak beroperasi akibat kesulitan likuiditas termasuk kewajiban kepada Bank Mandiri sebesar Rp 600 miliar berupa pokok utang ditambah bunga.

Saat ini kepemilikan saham pemerintah pada Semen Kupang sebesar 61,48 persen, dan sisanya Bank Mandiri 35,39 persen. Dengan pola KSO yang disepakati dengan investor baru itu didasarkan pada volume penjualan per tahun.

Sebesar 7,5 persen dari hasil penjualan untuk Semen Kupang, sisanya untuk Sarana Agro dan untuk membayar cicilan utang kepada Mandiri. Mustafa menambahkan, dengan beroperasinya Semen Kupang diharapkan menjadi pemasok terbesar semen untuk wilayah Timur Indonesia. "Semen Kupang juga bisa menyerap tenaga kerja sekitar 300 orang," ujarnya.

Ia menambahkan, potensi pasar semen di wilayah Timur Indonesia masih sangat terbuka lebar sejalan dengan terus berlanjutnya pembangunan infrastrutur di kawasan itu. Menurut catatan, kebutuhan pasar semen di Indonesia pada tahun 2020 akan meningkat menjadi capai 140 juta ton, dari saat ini sekitar 60 juta ton per tahun.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement