REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baja PT Krakatau Steel (KS) enggan berpolemik seputar penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pihaknya, baik terkait harga jual per lembar maupun pengalokasian saham.
Vice President Corporate Communications KS, Wawan Hernawan, mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya soal IPO kepada tiga underwriter yang mereka tunjuk yakni PT Bahana Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. "Atau tanyakan (soal IPO) kepada pihak yang berwenang untuk menanggapi yaitu pemegang saham KS dalam hal ini Kementerian BUMN," ucapnya kepada Republika ketika dihubungi, Senin (1/11).
Saat ini, kata dia, pihaknya tidak bisa menjawab seputar IPO karena mandat tersebut sudah berada di tiga underwriter tersebut. Dia berkata, pihaknya saat ini fokus terhadap kinerja dan rencana-rencana yang mereka ingin lakukan pasca-IPO.
Sementara itu, terkait pernyataan politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo, tentang adanya korupsi di dalam KS, Wawan pun tak mau banyak berkomentar. Menurutnya, saat ini belum menjadi saat yang tepat untuk menanggapi hal tersebut.
Dia mengaku menghargai hak tiap manusia untuk berpendapat. "Pada dasarnya, KS merupakan perusahaan yang taat terhadap peraturan," ucapnya.