Selasa 10 Aug 2010 03:20 WIB

Sarinah Lebarkan Sayap ke Bisnis Kakao

Rep: Citra Listya Rini/ Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Sarinah (Persero) berencana untuk melebarkan sayap bisnisnya dengan memasuki industri kakao. Untuk itu, BUMN ritel itu tengah menjajaki beberapa perusahaan kakao di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sarinah berharap pada tahun depan, bisnis kakao mulai bisa dijalani.

"Minggu lalu tepatnya Sabtu, kita sudah melihat-lihat dengan mengelilingi Kendari untuk mencari perusahaan Kakao di sana, sejauh ini kami sudah menandatangani lima nota kesepahaman," ujar Direktur Utama Sarinah Jimmy Gani, seusai acara Penandatanganan Kerja Sama Sinergi PKBL, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/8).

Saat ini, Jimmy menyampaikan Sarinah masih mempelajari perusahaan kakao yang akan diambilalih sahamnya. Menurutnya, pengkajian tersebut mulai dari kondisi keuangan hingga perihal permesinan perusahaan yang diincar. Nantinya, semua itu akan menjadi bahan pertimbangan Sarinah.

"Jadi, due diligence belum berlangsung. Ini masih tahap awal. Dalam 1-2 bulan ke depan, kita akan tunjuk satu perusahaan kakao. Kemungkinan akhir tahun ini selesai," tutur Jimmy. "Sehingga kita harapkan tahun depan ada gambaran Sarinah masuk ke situ".

Jimmy menegaskan bahwa Sarinah hanya akan menguasai minoritas saham di perusahaan kakao yang diminatinya. Sarinah juga tidak memfokuskan diri pada industri kakao, melainkan menitikberatkan pada supply chain-nya. Dengan begitu, security atau keamanan kakao bisa terjaga.

"Selain itu, kami juga ingin menyejahterakan para petani kakao. Pasalnya, 90 persen lebih pemasok kakao adalah petani. Jadi, kami ingin kehidupan mereka layak seperti petani di negara-negara maju," pungkas Jimmy.

Sarinah mulai membeli kakao dari petani sejak bulan lalu. Saat ini, kata Jimmy, Sarinah fokus pada petani kakao di Sulawesi Tenggara. Hal ini karena kapasitas produksinya mencapai 160 ribu ton. Setelah itu, Sarinah akan membidik petani kakao yang ada di Sulawesi Barat dan Jawa Timur.

Sebelumnya, perseroan menargetkan pada kuartal II-2011 perusahaan akan berekspansi ke pengembangan produk kakao. Bahkan, perusahaan menyiapkan dana cukup besar yakni Rp 200 miliar untuk membangun pabrik pengolahan kakao.

Sarinah mengincar pasar Eropa atas bisnis kakao yang akan serius dijalaninya. Menurut Jimmy, sejak tahun lalu pihaknya sudah melakukan beberapa pendekatan dengan pasar Eropa. Dalam waktu dekat, Sarinah akan mengikuti berbagai pameran kakao di Amsyerdam (Belanda), London (Inggris) dan Belgia.

"Kita akan ke Eropa di belgia, untuk coba memasarkan biji kakao. Tapi, harus yang fermentasi dan berkualitas tinggi. Kita juga coba pasarkan kakao powder. Termasuk juga mengikuti pameran ke Belgia, London, dan Amsterdam," terang Jimmy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement