JAKARTA -- Kemudahan akses ke pasar keuangan membuat masyarakat semakin mudah melakukan aktivitas trading. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi pemahaman mengenai mekanisme perdagangan dan risiko yang menyertainya agar keputusan transaksi tidak hanya didasarkan pada peluang keuntungan.
Direktur DIDIMAX Cenli Yani mengatakan, edukasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perdagangan berjangka. Menurut dia, masyarakat perlu memahami analisis pasar sekaligus manajemen risiko sebelum melakukan transaksi.
“Trading bukan aktivitas yang menjanjikan keuntungan instan. Dibutuhkan pengetahuan, kedisiplinan, kemampuan analisis, serta kesiapan menghadapi ketidakpastian pasar,” ujar Cenli dalam keterangan, Selasa (3/11/2026).
Dia mengatakan, pemahaman terhadap pasar keuangan perlu mencakup analisis teknikal dan fundamental. Analisis teknikal membantu trader membaca pergerakan harga melalui grafik dan indikator, sedangkan analisis fundamental membantu memahami pengaruh kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, inflasi, dan suku bunga terhadap pasar.
Untuk memperluas akses pembelajaran, DIDIMAX mengembangkan sejumlah program edukasi melalui Didimax Academy, webinar, seminar, dan sesi live trading.
Melalui Didimax Academy, peserta dapat mempelajari dasar-dasar perdagangan berjangka, psikologi trading, hingga strategi pengelolaan risiko. Sementara webinar dan seminar menjadi sarana untuk membahas perkembangan pasar serta pendekatan analisis perdagangan.
DIDIMAX juga menghadirkan sesi live trading agar peserta dapat melihat penerapan analisis pasar dalam aktivitas perdagangan secara langsung.
“Melalui berbagai program edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat memahami dinamika pasar keuangan, strategi perdagangan, serta pentingnya manajemen risiko dalam aktivitas trading,” kata Cenli.
Dia menambahkan, trader perlu memahami karakteristik instrumen yang diperdagangkan, termasuk penggunaan leverage. Pasalnya, leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.
Pergerakan pasar keuangan sendiri dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan bank sentral, inflasi, data ketenagakerjaan, hingga kondisi geopolitik internasional. Perubahan faktor tersebut dapat memicu volatilitas harga mata uang, komoditas, dan indeks saham.
Karena itu, keputusan transaksi perlu didasarkan pada analisis dan perhitungan risiko, bukan sekadar mengikuti pergerakan pasar atau mengejar keuntungan dalam waktu singkat.