Jumat 16 Oct 2026 09:47 WIB

Sentimen Global Tekan Rupiah, BI Perkuat Intervensi Pasar

Arus keluar dana portofolio berlanjut di tengah penguatan dolar AS.

Karyawan menghitung uang rupiah di Kantor Valuta Inti Prima, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026) bergerak melemah 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Karyawan menghitung uang rupiah di Kantor Valuta Inti Prima, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026) bergerak melemah 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026) bergerak melemah 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Kamis (15/10/2026), dolar AS dihargai Rp17.938 per dolar AS.

Bank Indonesia menyatakan meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS turut menekan pasar keuangan domestik. Arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut di tengah kondisi tersebut.

Baca Juga

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan. Rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date.

“Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,” ujar Erwin dalam pernyataan resmi Bank Indonesia terkait perkembangan nilai tukar rupiah, Jumat (16/10/2026).

Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia memastikan cadangan devisa Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pada akhir September 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS.

Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamentalnya. Langkah ini diambil sekaligus untuk memastikan mekanisme pasar berjalan secara optimal.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi