REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026) bergerak melemah 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Kamis (15/10/2026), dolar AS dihargai Rp17.938 per dolar AS.
Bank Indonesia menyatakan meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS turut menekan pasar keuangan domestik. Arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut di tengah kondisi tersebut.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan. Rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date.
“Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,” ujar Erwin dalam pernyataan resmi Bank Indonesia terkait perkembangan nilai tukar rupiah, Jumat (16/10/2026).
Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia memastikan cadangan devisa Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pada akhir September 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamentalnya. Langkah ini diambil sekaligus untuk memastikan mekanisme pasar berjalan secara optimal.