Senin 02 Nov 2026 19:08 WIB

Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Berkapasitas 600 Ribu Ton

Petrokimia dan Rekind membangun pabrik soda ash, manfaatkan CO₂ sebagai bahan baku.

Petrokimia Gresik dan Rekind membangun pabrik soda ash dan amonium klorida berkapasitas total 600 ribu ton per tahun dengan memanfaatkan CO? sebagai bahan baku.
Foto: dok Petrokimia
Petrokimia Gresik dan Rekind membangun pabrik soda ash dan amonium klorida berkapasitas total 600 ribu ton per tahun dengan memanfaatkan CO? sebagai bahan baku.

JAKARTA — PT Petrokimia Gresik bersama PT Rekayasa Industri (Rekind) membangun pabrik soda ash dan amonium klorida dengan kapasitas produksi gabungan 600 ribu ton per tahun di Gresik, Jawa Timur. Proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan kimia dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Pembangunan fasilitas baru itu ditandai dengan penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) antara Petrokimia Gresik dan Rekind di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 34 bulan.

Baca Juga

Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi soda ash sebesar 300 ribu ton per tahun dan amonium klorida sebesar 300 ribu ton per tahun. Dalam proses produksinya, fasilitas ini akan memanfaatkan karbon dioksida (CO₂) dari fasilitas eksisting Petrokimia Gresik sebagai salah satu bahan baku pembuatan soda ash.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan pembangunan pabrik tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan, mendorong hilirisasi, dan meningkatkan kemandirian industri nasional.

Menurut dia, proyek tersebut mendukung diversifikasi sumber nitrogen untuk produksi pupuk NPK sekaligus pengembangan bahan baku kimia di dalam negeri.

“Ini proyek yang menuju transisi hijau. Ada carbon capture-nya, sekaligus melakukan diversifikasi sumber nitrogen untuk kebutuhan produksi pupuk NPK kita,” ujar Rahmad.

Soda ash merupakan bahan kimia dasar yang digunakan dalam berbagai industri, antara lain kaca, deterjen, kertas, tekstil, dan pengolahan air. Sementara itu, amonium klorida dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber nitrogen dalam produksi pupuk NPK serta untuk kebutuhan industri lainnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penandatanganan kontrak EPCC menjadi tahap penting setelah melalui serangkaian persiapan dan pembahasan proyek.

“Bagi Petrokimia Gresik, ini sangat penting. Bukan hanya aspek bisnis, tetapi juga aspek lingkungan karena ada penyerapan CO₂ yang cukup signifikan,” ujar Daconi.

Pemanfaatan CO₂ dari fasilitas yang telah beroperasi di Petrokimia Gresik diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah gas tersebut sebagai bahan baku industri. Integrasi ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi emisi karbon dari aktivitas industri.

Selain pemanfaatan CO₂, lokasi pabrik di kawasan industri Gresik dinilai strategis karena berdekatan dengan sejumlah industri pengguna. Kondisi tersebut berpotensi mendukung efisiensi distribusi dan daya saing produk di pasar domestik.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi