Senin 02 Nov 2026 07:15 WIB

Menkop Ajak ICMI Dampingi Koperasi dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Cendekiawan didorong mendampingi usaha dan tata kelola koperasi.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Sejumlah siswa berada di halaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Taskombang, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah siswa berada di halaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Taskombang, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026).

 

JAKARTA – Koperasi dinilai dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha bersama, perluasan akses pasar, dan perbaikan tata kelola. Kalangan cendekiawan dan generasi muda juga didorong terlibat dalam pendampingan agar koperasi mampu menjawab kebutuhan ekonomi warga.

Baca Juga

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) untuk menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan usaha koperasi, membuka akses pasar, serta mendampingi penguatan tata kelola. Menurut dia, koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga menerapkan semangat ta’awun atau saling menolong yang sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945.

“Saya mengajak ICMI berkontribusi secara nyata. Semangat ta’awun bukan sekadar teori, melainkan kerja nyata membangun kesejahteraan bersama. Koperasi adalah jalannya,” ujar Ferry dalam acara National Leadership Camp ICMI 2026 bertajuk “Koperasi sebagai Jalan Kemandirian Umat dan Pemerataan Ekonomi Nasional” di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ferry mengatakan, asas kekeluargaan dalam perekonomian nasional dapat diwujudkan melalui koperasi yang dikelola dari, oleh, dan untuk anggota. Dalam mekanisme tersebut, anggota menghimpun modal, memilih pengurus, mengawasi pengelolaan, serta memperoleh manfaat usaha secara adil.

Dia juga menilai perkembangan sektor ekonomi syariah, seperti busana muslim, makanan halal, pariwisata, dan keuangan syariah, perlu melibatkan koperasi. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperbaiki mutu produk, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan anggota.

“Koperasi syariah, UMKM, pesantren, dan pasar tradisional adalah akar ekonomi rakyat. Perbankan syariah, pasar modal, serta dana sosial melengkapi dukungan semuanya harus saling menguatkan,” ucap Ferry.

Ferry turut menyoroti peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam memperpendek rantai pasok dan menekan biaya distribusi. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang pada akhirnya memengaruhi harga barang di tingkat konsumen.

Menurut Ferry, kalangan cendekiawan dapat membantu koperasi melalui riset, pendampingan usaha, dan pengembangan jejaring pasar. Dengan dukungan tersebut, koperasi diharapkan memiliki kapasitas lebih baik untuk mengembangkan usaha dan bersaing.

“Peran kalangan cendekiawan dapat mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan usaha melalui riset dan pendampingan. Jejaring pasar juga perlu membantu koperasi bersaing,” tegas Ferry.

Sementara itu, Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menekankan pentingnya keterlibatan kaum muda, cendekiawan, dan komunitas seperti ICMI dalam pendampingan koperasi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurut dia, ilmu pengetahuan, jaringan, dan kemampuan komunikasi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas warga.

“Sampaikan apa yang benar, bantu yang lemah didengar, pastikan kebijakan dipahami dan dirasakan manfaatnya di lapangan,” ujar Syahganda.

Dia menambahkan, koperasi perlu menjawab kebutuhan konkret masyarakat, mulai dari penyediaan barang pokok dan penampungan hasil produksi hingga akses permodalan yang adil. Pengelolaan yang baik dinilai penting agar koperasi dapat memberi manfaat ekonomi bagi anggotanya.

“Koperasi benar-benar tumbuh dan dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya akan berdiri tegak secara ekonomi, melainkan juga mewujudkan keadilan yang menjadi cita-cita bangsa sejak awal kemerdekaan,” kata Syahganda.

Berita Lainnya

Rekomendasi