REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Danantara Indonesia mengumumkan laba bersih konsolidasi mencapai Rp 214,9 triliun pada periode Januari-Oktober 2026 atau naik 18,4 persen yoy. Hal itu tergambar dalam paparan yang disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
"Transformasi yang sudah kita lakukan ini telah memberikan hasil," ujar dia dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dony menargetkan, laba bersih BUMN konsolidasi pada tahun ini dapat menembus Rp360 triliun. Dia menyebut, kenaikan laba bersih BUMN akan menjadi motor penggerak roda perekonomian nasional.
"Kalau kita bisa mencapai Rp 360 triliun keuntungan, kita akan menggunakan ini untuk investasi dan memberikan lebih banyak keuntungan, lebih banyak pekerjaan ke negara kita," ucap Dony.
Dia menyampaikan, lonjakan laba bersih konsolidasi tak lepas dari performa positif sejumlah BUMN. Dony menyebut, kesuksesan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam membukukan kenaikan laba bersih hingga 427 persen dan PT Pupuk Indonesia (Persero) hingga 233 persen.
"Semen Indonesia membukukan keuntungan, kenaikan keuntungan 427 persen. Pupuk Indonesia, kita ganti model bisnisnya dan kita kelola kenaikan pendapatan bersih 233 persen," ujar Dony.
Dia menegaskan, transformasi yang dijalankan Danantara belum selesai. Dony mengatakan Danantara masih memiliki sejumlah misi dalam memperbaiki kinerja BUMN ke depan, salah satunya dengan melakukan streamline BUMN.
"Transformasi ini belum selesai. Kita harapkan nanti, akhir tahun ini, akhir tahun ini kita akan menyelesaikan paling tidak 700 perusahaan yang akan kita tutup dan konsolidasikan," kata Dony.
Rekomendasi
-
Kamis , 29 Oct 2026, 11:08 WIB
Kementerian Koperasi Dorong Hilirisasi Sawit, Koperasi Bidik Kilang Minyak Goreng
-
-
Kamis , 29 Oct 2026, 10:45 WIBIntegrasi Tol Jabodetabek, Tarif Logistik Jadi Tantangan
-
Kamis , 29 Oct 2026, 10:30 WIBThe Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat
-
Kamis , 29 Oct 2026, 10:23 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Turun Rp11.000, Berikut Daftar Lengkapnya
-
Kamis , 29 Oct 2026, 10:09 WIBPetrokimia Gresik Catat Produksi 6,59 Juta Ton hingga September 2026
-