Jumat 23 Oct 2026 23:00 WIB

Laba Antam Capai Rp6,91 Triliun, Hilirisasi Mineral Jadi Prioritas

Optimalisasi operasional menopang strategi bisnis.

Pengunjung menunjukkan logam mulia Antam yang dibeli di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pengunjung menunjukkan logam mulia Antam yang dibeli di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp6,91 triliun pada semester I 2026, meningkat 34 persen dibandingkan Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja tersebut menjadi modal perusahaan untuk melanjutkan pengembangan bisnis emas, nikel, dan bauksit, dengan hilirisasi mineral sebagai salah satu prioritas investasi jangka panjang.

Dari sisi pendapatan, Antam mencatat kenaikan sebesar 6,3 persen dari Rp59,02 triliun menjadi Rp62,71 triliun. Perusahaan berfokus pada optimalisasi kegiatan operasional dan pengembangan usaha untuk meningkatkan nilai tambah dari portofolio komoditas mineral yang dimiliki.

Baca Juga

Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan menjadi landasan perusahaan untuk melanjutkan pengembangan bisnis. Selain menjaga kegiatan operasional, Antam juga menempatkan tata kelola dan pengelolaan keuangan sebagai faktor penting dalam mendukung investasi jangka panjang.

“Kinerja ini menjadi modal strategis bagi Antam untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis, menjaga ketahanan industri nasional, dan menjaga kepercayaan pemegang saham. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang dimiliki serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik, terukur dan bertanggung jawab,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Menurut Wisnu, perusahaan terus mengevaluasi berbagai pilihan strategis dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan keuangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pendanaan operasional dan pengembangan usaha, terutama proyek yang mendukung agenda hilirisasi nasional, tetap terpenuhi.

Pengelolaan permodalan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam menentukan arah investasi perusahaan. Antam berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengembangan bisnis, kondisi keuangan, dan kepentingan pemegang saham.

Di tengah dinamika pasar modal, perusahaan juga mengkaji kemungkinan pembelian kembali saham atau buyback. Namun, opsi tersebut masih dalam tahap evaluasi dan belum menjadi keputusan final perusahaan.

Wisnu menjelaskan, setiap keputusan strategis akan mempertimbangkan kondisi pasar, kemampuan pendanaan, serta keberlanjutan bisnis. Perusahaan juga berupaya memastikan kebutuhan investasi untuk pengembangan industri mineral tetap menjadi prioritas.

“Antam senantiasa mencermati dinamika pasar dan mengevaluasi Langkah strategis yang relevan sesuai dengan kondisi terkini. Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil tetap sejalan dengan penguatan fundamental perusahaan, selaras dengan kepentingan nasional, serta mendorong penciptaan nilai yang maksimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” kata Wisnu.

Antam mengelola portofolio usaha pada komoditas emas, nikel, dan bauksit dengan fokus pada optimalisasi operasional bernilai tambah. Melalui strategi tersebut, perusahaan berupaya menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung pengembangan industri pengolahan mineral di dalam negeri.

Dengan laba yang tumbuh 34 persen pada semester I 2026, Antam memiliki ruang untuk mengevaluasi kebutuhan pendanaan dan prioritas pengembangan usaha. Perusahaan belum memerinci nilai investasi maupun jadwal proyek hilirisasi baru dalam keterangan yang disampaikan.

Berita Lainnya

Rekomendasi