Kamis 22 Oct 2026 14:10 WIB

Ciputra dan Mitsui Fudosan kembangkan Ecopolis Tangerang

Kawasan hunian terintegrasi dengan pusat komersial, pendidikan, dan transportasi.

Pengembangan kawasan properti terpadu menjadi salah satu pendekatan dalam menjawab kebutuhan hunian yang terhubung dengan fasilitas publik, aktivitas komersial, dan transportasi.
Foto: Dok Republika
Pengembangan kawasan properti terpadu menjadi salah satu pendekatan dalam menjawab kebutuhan hunian yang terhubung dengan fasilitas publik, aktivitas komersial, dan transportasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Pengembangan kawasan properti terpadu menjadi salah satu pendekatan dalam menjawab kebutuhan hunian yang terhubung dengan fasilitas publik, aktivitas komersial, dan transportasi. Di Tangerang, pendekatan tersebut terlihat dalam perkembangan Ecopolis CitraRaya Tangerang, kawasan seluas sekitar 100 hektare yang dikembangkan sejak 2013 melalui kolaborasi Ciputra Group dan Mitsui Fudosan Asia, perusahaan pengembang properti asal Jepang.

Ecopolis berada di dalam kawasan kota mandiri CitraRaya Tangerang yang membentang sekitar 2.760 hektare. Kawasan ini memadukan hunian, area komersial, fasilitas gaya hidup, serta ruang untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Baca Juga

Kolaborasi Ciputra Group dan Mitsui Fudosan Asia mempertemukan pengalaman pengembangan kawasan hunian dan kota mandiri di Indonesia dengan perspektif pengembangan properti dari Jepang. Perkembangan Ecopolis menjadi bagian dari dinamika CitraRaya seiring kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terhubung dengan berbagai fasilitas perkotaan.

Dalam pengembangan kawasan properti, keberadaan fasilitas pendukung menjadi salah satu aspek yang memengaruhi keterhubungan hunian dengan aktivitas ekonomi dan sosial. Di Ecopolis, berbagai fasilitas di lingkungan CitraRaya mencakup pusat perbelanjaan, rumah sakit, institusi pendidikan, kawasan perkantoran, pusat olahraga, hingga destinasi rekreasi keluarga.

Senior Marketing Manager CitraRaya Tangerang Joni Jingga menilai perubahan kebutuhan masyarakat turut memengaruhi cara sebuah kawasan hunian dikembangkan. Menurutnya, masyarakat kini semakin mempertimbangkan lingkungan secara menyeluruh ketika memilih tempat tinggal, tidak hanya berdasarkan bangunan rumah, tetapi juga kemudahan menjalani aktivitas sehari-hari.

“Ketika seseorang memilih rumah, yang dipertimbangkan sebenarnya bukan hanya bangunannya, tetapi juga kehidupan yang akan dijalani di sekitarnya. Bagaimana anak dapat mengakses pendidikan, bagaimana keluarga memperoleh fasilitas kesehatan, serta bagaimana waktu bersama keluarga dapat dinikmati tanpa harus selalu menempuh perjalanan jauh, menjadi hal yang semakin relevan. Karena itu, perkembangan sebuah kawasan perlu dilihat sebagai proses membangun lingkungan kehidupan yang dapat tumbuh bersama masyarakatnya,” ujar Joni.

Di Ecopolis, pilihan hunian mencakup sejumlah kluster dengan karakter arsitektur dan pendekatan desain berbeda, antara lain Belle Fleur, The Leaf, Aurora, Fresco, EcoResidence, The Trees, dan Fountain, serta hunian vertikal EcoHome. Variasi tersebut mengakomodasi kebutuhan penghuni dari sisi preferensi desain, kebutuhan ruang, maupun gaya hidup keluarga.

Salah satu pengembangan di kawasan ini adalah Fountain, yang menghadirkan hunian dua lantai dengan pendekatan modern. Keberadaan EcoClub dan EcoPlaza di sekitarnya turut melengkapi aktivitas penghuni, mulai dari olahraga dan rekreasi hingga pilihan kuliner dan kegiatan bersama keluarga. Di dalam kluster Fountain, tipe Concorde dikembangkan dengan konsep modern yang mengedepankan smart living dan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk melalui penerapan fitur smart home.

Fasilitas komersial dan rekreasi di CitraRaya antara lain Mal Ciputra Tangerang, EcoPlaza, dan EcoClub. Sementara itu, Ciputra Hospital menjadi salah satu fasilitas kesehatan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Pilihan pendidikan juga tersedia melalui sejumlah institusi, termasuk Sekolah Citra Berkat dan Sekolah Tarakanita.

Fasilitas lainnya meliputi office park, WaterWorld, World of Wonders, Little Kyoto EcoPark, serta berbagai sarana ibadah. Keberadaan fasilitas tersebut membentuk ekosistem kawasan yang menghubungkan kebutuhan hunian dengan kegiatan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perdagangan, dan rekreasi.

Dari sisi mobilitas, Ecopolis memiliki akses menuju jaringan transportasi regional. Kawasan ini berjarak sekitar 10 menit dari akses Tol Bitung, yang menghubungkan CitraRaya dengan berbagai wilayah di Tangerang dan Jakarta. Selain akses jalan tol, layanan shuttle bus Trans CitraRaya menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat dengan rute menuju sejumlah wilayah, termasuk Tangerang, Jakarta, dan Bandung.

Keterhubungan dengan fasilitas di dalam kawasan dan akses menuju wilayah sekitarnya menjadi bagian dari perkembangan CitraRaya. Bagi penghuni, akses tersebut memberikan pilihan untuk menjangkau berbagai tujuan aktivitas sehari-hari. Sementara dari perspektif pengembangan kawasan, konektivitas menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mengintegrasikan hunian dengan kegiatan ekonomi dan sosial.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi