Sabtu 17 Oct 2026 11:00 WIB

Perluas Hunian MBR, Perumnas Jajaki Revitalisasi Rusun Kebon Kacang

Optimalisasi lahan kota membuka ruang penambahan hunian terjangkau.

Rep: M. Nursyamsyi,/ Red: Satria K Yudha
Perum Perumnas dan PT Informasi Geo Sistem menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki pengembangan proyek revitalisasi di lahan strategis Perumnas.
Foto: Perumnas
Perum Perumnas dan PT Informasi Geo Sistem menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki pengembangan proyek revitalisasi di lahan strategis Perumnas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Revitalisasi kawasan hunian lama di pusat kota membuka peluang menambah pasokan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tanpa harus mencari lahan baru. Optimalisasi lahan yang telah terhubung dengan pusat ekonomi dan transportasi publik menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan kapasitas hunian di kawasan perkotaan.

Perum Perumnas tengah menjajaki revitalisasi Rumah Susun Kebon Kacang di Jakarta Pusat melalui kerja sama dengan PT Informasi Geo Sistem (IGS). Kawasan yang saat ini terdiri atas delapan blok low-rise dengan 632 unit dan sekitar 2.400 penghuni tersebut berpotensi dikembangkan menjadi lebih dari 2.700 unit hunian untuk MBR.

Baca Juga

Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan, optimalisasi lahan di kawasan strategis memungkinkan pengembangan hunian dengan memanfaatkan infrastruktur dan konektivitas yang sudah tersedia. Skema tersebut juga dapat meningkatkan kapasitas penyediaan rumah di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

“Melalui rencana revitalisasi, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi lebih dari 2.700 unit hunian yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ucap Imelda dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Dalam penjajakan tersebut, IGS berperan sebagai fasilitator untuk membuka komunikasi dengan calon investor asing, yakni Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan KORINDO Group. Perumnas berharap keterlibatan mitra internasional dapat membuka peluang investasi untuk pengembangan aset dan kawasan perumahan.

“Kami berharap keterlibatan KIND dan KORINDO Group dapat membuka perspektif dan peluang baru dalam pengembangan aset Perumnas, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional Perumnas di bidang pembangunan infrastruktur dan kawasan perumahan,” ujar Imelda.

Menurut Imelda, pengembangan Rusun Kebon Kacang juga mempertimbangkan posisi kawasan yang dekat dengan berbagai pusat kegiatan ekonomi dan transportasi publik. Ketersediaan jaringan tersebut dapat mendukung pengembangan hunian dengan akses yang lebih mudah bagi penghuni.

“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan aset, meningkatkan kapasitas penyediaan hunian rakyat, serta mendukung terciptanya kawasan hunian yang berkelanjutan,” sambung Imelda.

Perumnas mengaitkan penjajakan tersebut dengan program penyediaan tiga juta rumah, khususnya hunian yang layak dan terjangkau bagi MBR. Imelda juga menyebut 14 lokasi proyek Perumnas telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2026.

Menurut dia, pengembangan kawasan tetap perlu mempertimbangkan mandat penyediaan hunian masyarakat sekaligus keberlanjutan usaha perusahaan. Porsi hunian untuk MBR menjadi salah satu fokus dalam pengembangan aset yang dimiliki Perumnas.

“Langkah ini komitmen Perumnas menjaga keseimbangan antara mandat pelayanan publik dan keberlanjutan bisnis, dengan tetap menempatkan penyediaan hunian bagi MBR sebagai bagian penting dalam setiap pengembangan kawasan,” kata Imelda.

Jika terealisasi, revitalisasi Rusun Kebon Kacang akan meningkatkan kapasitas hunian lebih dari empat kali lipat dibandingkan jumlah unit saat ini. Pengembangan kawasan perkotaan yang telah memiliki akses transportasi dan pusat kegiatan ekonomi dapat menjadi salah satu opsi untuk menambah pasokan hunian MBR di tengah terbatasnya ketersediaan lahan di Jakarta.

Berita Lainnya

Rekomendasi