Kamis 15 Oct 2026 19:42 WIB

Tanggapi Isu Akuisisi BCA Oleh Haji Isam, OJK Awasi Risiko dan Stabilitas Perbankan

OJK pastikan setiap transaksi perubahan saham pengendali bank dinilai ketat.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Petugas membersihkan logo bank BCA di Jakarta, Sealsa (12/3).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas membersihkan logo bank BCA di Jakarta, Sealsa (12/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mencermati dampak terhadap perbankan jika terjadi perubahan pemegang saham pengendali bank. Hal ini disampaikan menyusul isu rencana akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh pengusaha Haji Isam yang juga telah dibantah oleh BCA.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, OJK akan menilai setiap transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga

“Dalam hal terdapat transaksi yang berpotensi mengakibatkan perubahan pemegang saham pengendali bank, OJK akan melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Dian dalam jawaban tertulis terkait Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2026 yang diterima Kamis (15/10/2026).

Menurut Dian, perubahan kepemilikan bank besar tidak hanya berkaitan dengan transaksi saham. OJK juga akan mencermati dampaknya terhadap risiko bank, konsentrasi penyaluran kredit, transaksi dengan pihak terkait, dan penerapan tata kelola.

OJK turut memperhatikan hubungan bank dengan kelompok usaha yang berada di bawah kendali pemegang saham. Hal ini untuk mengantisipasi penumpukan risiko yang dapat memengaruhi kondisi bank.

Jika terjadi perubahan pengendalian yang signifikan, OJK akan menilai dampaknya terhadap persaingan industri, strategi bisnis, penyaluran kredit, likuiditas, permodalan, dan tata kelola bank.

Dian mengatakan, stabilitas industri perbankan nasional saat ini ditopang oleh permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian.

“Secara umum, OJK menilai stabilitas industri perbankan nasional tetap ditopang oleh kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

OJK, lanjut Dian, akan terus memantau perubahan kepemilikan, konsolidasi, dan aksi korporasi di sektor perbankan untuk memastikan kegiatan tersebut berlangsung secara sehat dan tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Sebelumnya, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn membantah kabar rencana akuisisi tersebut.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi