Senin 28 Sep 2026 15:36 WIB

Volume Peti Kemas IPC TPK Tumbuh 8,37 Persen Hingga Agustus 2026

IPC TPK mencatatkan pertumbuhan volume bongkar muat peti kemas sebesar 8,37 persen.

PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membukukan arus peti kemas (throughput) sebesar 1.817.738 TEUs pada semester I 2026.
Foto: Dok Republika
PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membukukan arus peti kemas (throughput) sebesar 1.817.738 TEUs pada semester I 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif hingga pertengahan kuartal III 2026. Capaian ini menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga keandalan layanan bongkar muat peti kemas serta mendorong efisiensi logistik nasional secara berkelanjutan.

Sepanjang bulan Agustus 2026, IPC TPK berhasil mencatatkan arus peti kemas sebesar 339.359 TEUs. Jumlah tersebut tumbuh 10,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebesar 307.559 TEUs.

Baca Juga

Secara kumulatif, total volume bongkar muat dari Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 2.510.561 TEUs. Angka ini naik 8,37 persen dibandingkan dengan capaian Agustus 2025 sebesar 2.316.744 TEUs.

"Kami terus berfokus pada optimalisasi fasilitas terminal demi memberikan pelayanan terbaik, efisien, dan tepat waktu bagi seluruh mitra bisnis dan lini pelayaran," ujar Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan.

Pertumbuhan positif tersebut ditopang oleh peningkatan volume bongkar muat di berbagai area operasi terminal yang dikelola oleh IPC TPK. Terminal Teluk Bayur menjadi kontributor dengan lonjakan pertumbuhan tertinggi yang mencatatkan kenaikan volume sebesar 14,6 persen per Agustus 2026.

Sementara itu, Terminal Tanjung Priok yang menjadi hub utama mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,2 persen. Capaian tersebut disusul Terminal Panjang dengan kenaikan 10,9 persen, serta Terminal Pontianak yang tumbuh positif sebesar 4,2 persen.

Keberhasilan mempertahankan tren kenaikan volume di seluruh terminal wilayah operasi tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi SDM operasional, serta penerapan standar keselamatan kerja di lapangan. Peningkatan efisiensi waktu sandar kapal dan waktu bongkar muat turut menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan operasional yang berkelanjutan.

"Memasuki kuartal akhir tahun 2026, IPC TPK akan terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di industri logistik dan kepelabuhanan. Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun melalui peningkatan efisiensi operasional dan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa," kata Daniel.

PT IPC Terminal Petikemas atau IPC TPK merupakan operator terminal yang memberikan pelayanan peti kemas dengan sistem jaringan yang terintegrasi antarpelabuhan dan dikelola secara profesional. IPC TPK adalah salah satu anak usaha level 2 PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

PT IPC Terminal Petikemas beroperasi di enam area kerja, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta; Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat; Pelabuhan Panjang, Lampung; Pelabuhan Palembang, Sumatra Selatan; Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatra Barat; dan Pelabuhan Jambi, Jambi.

Berita Lainnya

Rekomendasi