Jumat 11 Sep 2026 19:00 WIB

Nindya Karya Perkuat Rantai Pasok Lewat Strategic Partnership Forum 2026

Rantai pasok yang kuat menentukan kelancaran pelaksanaan proyek.

PT Nindya Karya (Persero) menggelar Strategic Partnership Forum (SPF) 2026 bersama 60 perwakilan mitra bisnis untuk membahas penguatan rantai pasok, mutu, dan tata kelola proyek di Jakarta.
Foto: Nindya Karya
PT Nindya Karya (Persero) menggelar Strategic Partnership Forum (SPF) 2026 bersama 60 perwakilan mitra bisnis untuk membahas penguatan rantai pasok, mutu, dan tata kelola proyek di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Nindya Karya (Persero) memperkuat pengelolaan kemitraan dengan pemasok dan mitra kerja melalui Strategic Partnership Forum (SPF) 2026. Forum yang digelar di Gedung Nindya, Jakarta, pada 9 September 2026 tersebut membahas pelaksanaan kerja sama, kebutuhan proyek, rantai pasok, hingga aspek mutu dan tata kelola.

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan, mitra bisnis memiliki peran penting dalam mendukung operasional dan kinerja perusahaan. Menurut dia, hubungan kemitraan perlu dibangun melalui kolaborasi yang terbuka, profesional, dan berorientasi pada kinerja.

Baca Juga

“Hubungan dengan mitra merupakan bagian penting dalam ekosistem bisnis Nindya Karya. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat, transparan, profesional, dan berorientasi pada kinerja agar setiap proyek dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik,” ujar Firmansyah dalam siaran pers, Jumat (11/9/2026).

SPF 2026 berlangsung selama dua hari dan diikuti 60 perwakilan mitra bisnis. Pada hari pertama, forum membahas perkembangan proyek, pengalaman pelaksanaan pekerjaan, serta pembelajaran yang perlu diperhatikan dalam menghadapi proyek mendatang.

Materi tersebut disampaikan Project Director Divisi Gedung Bayu Apriyadi. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan aspek rantai nilai dan keuangan bersama Senior Vice President Divisi Supply Chain Management (SCM) Cut Raisa dan Senior Vice President Divisi Keuangan Arista Febri Eriyawan.

Pembahasan tersebut menyoroti pengelolaan rantai pasok dan aspek keuangan dalam menjaga efektivitas serta keberlanjutan kerja sama antara Nindya Karya dan mitra bisnis.

Pada hari kedua, Nindya Karya memperkenalkan SISMAP (Sistem Manajemen QHSE Mitra Kerja Perorangan). Forum juga membahas integrasi proses kerja sama, efisiensi pelaksanaan proyek, mutu, tata kelola, serta hubungan kerja antara perusahaan dan mitra.

Materi tersebut disampaikan Bayu Apriyadi, Project Director Divisi Infrastruktur 1 Djirzise Abdul Hakim, dan Senior Vice President Divisi QHSE Dedikasi Firansyah. Peserta pada hari kedua merupakan para mandor proyek yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nindya Karya Sri Haryanto mengatakan, mandor memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek karena berada di lini pelaksanaan pekerjaan.

“Menurut kami, mandor atau mitra kerja hadir sebagai mitra strategis yang bersamasama dengan PT Nindya Karya (Persero) dengan tujuan yang sama, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, sehingga perlu untuk menjaga komitmen bersama dalam mengoptimalkan waktu, biaya dan produktivitas,” ucapnya.

Forum tersebut juga diisi sharing knowledge bertema “Quality Excellence melalui Manajemen Strategic Partner” yang disampaikan Dr. Ir. Bimo Prasetyo. Materi tersebut membahas pengelolaan hubungan dengan mitra strategis dalam mendukung kualitas pelaksanaan proyek.

Melalui SPF 2026, Nindya Karya mendorong pengelolaan hubungan dengan mitra dalam jangka panjang dengan memperhatikan aspek kinerja, mutu, rantai pasok, dan tata kelola. Forum tersebut menjadi agenda rutin perusahaan untuk mengevaluasi kerja sama sekaligus menyelaraskan kebutuhan proyek dengan kapasitas mitra.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi