Senin 07 Sep 2026 14:24 WIB

Beras SPHP Ganti Nama Jadi Beras Kita Medium, Diluncurkan 20 Oktober 2026

Beras SPHP akan hadir dengan identitas baru.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Petugas menata beras SPHP di salah satu ritel modern di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Foto: Republika/Prayogi
Petugas menata beras SPHP di salah satu ritel modern di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog akan mengganti nama dan kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita Medium. Produk dengan kemasan baru tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perubahan nama dan kemasan dilakukan untuk memperkuat identitas beras pemerintah sekaligus membuat produk Bulog lebih mampu bersaing dengan beras produksi swasta.

Baca Juga

"SPHP yang lama dirubah menjadi kemasannya adalah kemasan SPHP yang baru yaitu Beras Kita Medium," kata Rizal di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Ia menjelaskan nama Beras Kita dipilih karena mengikuti identitas sejumlah produk pangan pemerintah yang menggunakan kata "Kita", seperti Minyakita dan Gula Manis Kita. Beras Kita merupakan singkatan dari Keluarga Indonesia Sejahtera.

Meski nama dan kemasannya berubah, tulisan SPHP tetap dicantumkan pada kemasan. Namun, tulisan "Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan" akan dibuat lebih kecil sebagai keterangan program pemerintah.

"Tujuannya perubahan ini adalah yang pertama yaitu untuk bersaing dengan produk-produk swasta karena dengan merubah kemasan ini lebih eye-catching dan lebih bisa bersaing dengan swasta," ujar Rizal.

Menurut dia, perubahan tersebut tidak hanya menyangkut tampilan kemasan. Bulog juga berkomitmen meningkatkan dan menjaga mutu beras yang dijual kepada masyarakat.

"Bukan hanya packaging-nya saja namun isinya juga diperintahkan untuk ditingkatkan," katanya.

Rizal mengatakan Beras Kita nantinya akan memiliki dua varian, yakni Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium. Namun, hanya Beras Kita Medium yang mendapatkan subsidi pemerintah melalui program SPHP.

"Kalau yang mendapat subsidi adalah beras medium, yang beras premium tidak ada subsidinya," ujar Rizal.

Untuk varian premium, ia menegaskan pemerintah belum memberikan arahan mengenai skema SPHP premium. Beras premium nantinya hanya menjadi bagian dari merek Beras Kita dan tidak memperoleh subsidi seperti beras medium.

Rizal mengatakan peluncuran Beras Kita Medium pada 20 Oktober akan dilakukan secara bertahap. Kemasan lama SPHP yang masih tersedia di gudang maupun yang sudah beredar tetap akan disalurkan agar tidak terbuang.

"Pas launching juga tetap diedarkan yang lama, nanti kita menyesuaikan saja daripada nanti kemasannya dibuang kan sayang," katanya.

Ke depan, Bulog menargetkan penggunaan merek yang lebih sederhana dengan Beras Kita Medium untuk beras bersubsidi dan Beras Kita Premium untuk segmen premium. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat identitas beras pemerintah sekaligus meningkatkan daya saing produk Bulog di pasar.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi