Sabtu 05 Sep 2026 15:43 WIB

Pupuk Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Rusia

Penjajakan ini merupakan tindak lanjut pertemuan presiden dengan Putin.

 Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi [kanan] dan General Director of The Managing Organization JSC Ruschem, Davydov Eduard Malikovich [kiri] saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026
Foto: Ist
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi [kanan] dan General Director of The Managing Organization JSC Ruschem, Davydov Eduard Malikovich [kiri] saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026

REPUBLIKA.CO.ID, VLADIVOSTOK — PT Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki peluang kerja sama strategis terkait pengembangan fasilitas produksi amonia dan urea berskala global, Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2) di kawasan Primorsky Krai, Rusia, yang dikembangkan oleh holding JSC Ruschem. Penjajakan tersebut menjadi upaya Pupuk Indonesia untuk memperkuat diversifikasi sumber pasokan, serta memperluas positioning Pupuk Indonesia terhadap aset dan rantai pasok global. 

Penjajakan kerja sama kajian ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk studi bersama (joint study) yang dilakukan dalam rangkaian Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia pada 3 September 2026. 

Baca Juga

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, penjajakan kerja sama kajian dengan Rusia menjadi strategi untuk memperluas alternatif sumber produksi dan pasokan untuk meningkatkan resiliensi rantai pasok pupuk nasional. Penjajakan ini juga membuka potensi akses terhadap produksi amonia-urea berbasis gas dengan struktur biaya bahan baku yang kompetitif dan ramah lingkungan. 

“Penjajakan kerja sama kajian ini merupakan salah satu opsi strategi jangka panjang Pupuk Indonesia untuk mengamankan akses bahan baku dan kapasitas produksi global. Hal ini sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus memperluas peran di industri pupuk global,” kata Rahmad. 

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani mengatakan penjajakan ini merupakan tindak lanjut konkret pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam rangkaian EEF ke-11. Kerja sama ini membuka peluang investasi global bagi Pupuk Indonesia dan memperkuat ketahanan bahan baku serta industri nasional. 

“Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat sektor ketahanan bahan baku kita dan juga ketahanan industri kita,” kata dia. 

photo
Guna mengawal musim tanam, Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton. - (Dok Republika)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi