Kamis 03 Sep 2026 14:14 WIB

ESDM Jelaskan Peran Bahlil Saat Ikut Presiden ke Rusia

Bahlil membawa mandat untuk mengawal agenda kerja sama energi.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Gita Amanda
Presiden RI Prabowo Subianto disalami Dubes RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares di Bandara Internasional Vladivostok, Rusia, Rabu (2/9/2026).
Foto: BPMI Setpres
Presiden RI Prabowo Subianto disalami Dubes RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares di Bandara Internasional Vladivostok, Rusia, Rabu (2/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan peran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Rusia pada 1-4 September 2026. Bahlil membawa mandat untuk mengawal agenda kerja sama energi kedua negara dalam lawatan tersebut.

Keterlibatan itu dinilai penting agar pembahasan di tingkat kepala negara dapat ditindaklanjuti dalam kerja sama sektoral yang konkret. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, kehadiran Bahlil dalam kunjungan tersebut memiliki peran strategis untuk memastikan agenda energi yang dibahas kedua negara dapat ditindaklanjuti.

Baca Juga

"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara," ujar Anggia, Kamis (3/9/2026).

Presiden Prabowo hadir sebagai salah satu tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Dalam sesi pleno pada 3 September 2026, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai kerja sama ekonomi, ketahanan energi, dan investasi di kawasan Eurasia serta Asia-Pasifik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin negara mitra lainnya.

Dalam agenda tersebut, isu energi menjadi salah satu bidang yang turut dikawal Kementerian ESDM. Bahlil diharapkan dapat memastikan hasil pembahasan mengenai energi memiliki tindak lanjut di tingkat teknis dan sektoral.

Selain mengikuti agenda kenegaraan, Bahlil juga akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah serta pelaku usaha Rusia terkait peluang investasi di sektor energi Indonesia. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung kebutuhan energi nasional.

Presiden Prabowo juga dijadwalkan mengikuti Bilateral Working Lunch bersama Presiden Vladimir Putin. Pertemuan itu menjadi momentum untuk menindaklanjuti berbagai komitmen kerja sama yang telah dibahas kedua negara.

Kementerian ESDM menilai penguatan hubungan energi Indonesia-Rusia perlu diarahkan pada kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan kedua negara. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat diplomasi energi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi