REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap kendala dalam penyerapan telur dan ayam dari peternak untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengiriman dalam jumlah kecil dinilai tidak efisien, terutama bagi peternak yang berada jauh dari lokasi dapur MBG.
Amran mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan perlunya sistem hub atau titik pengumpulan. Melalui skema itu, kebutuhan dari sejumlah dapur MBG dapat dikumpulkan dalam satu pesanan besar sebelum disalurkan dari peternak.
“Kalau jaraknya 50 kilo, 100 kilo kirim hanya satu rak kan rugi dong peternaknya,” kata Mentan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurut Amran, sistem hub dapat mempertemukan kebutuhan dari banyak dapur MBG dengan pasokan dari peternak. Jika terdapat 100, 200, hingga 500 unit MBG yang membutuhkan telur atau ayam, pesanan dapat dikumpulkan sehingga pengiriman dilakukan dalam jumlah besar.
Dengan skema tersebut, peternak tidak perlu mengirim telur dalam jumlah sedikit ke lokasi yang berjauhan. Produk bisa dikirim sekaligus menggunakan satu atau dua truk sehingga biaya distribusi lebih efisien.
Amran menilai sistem ini dapat menguntungkan kedua pihak. Dapur MBG mendapatkan pasokan langsung dari peternak, sedangkan peternak memiliki kepastian penyerapan tanpa harus menanggung biaya pengiriman yang besar.
“Ini diambil jadi menjadi hub, katakanlah MBG 100, 200 atau 500 unit ini yang memesan menjadi hub. Jadi memesan satu truk, dua truk, jadi semua untung,” ujar tokoh yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional ini.
Ia menjelaskan, skema tersebut akan diterapkan untuk penyerapan telur dan ayam. Asosiasi peternak telah menyampaikan rencana kerja sama agar program MBG dapat menyerap produk langsung dari peternak.
Menurut Amran, pola distribusi secara kolektif menjadi solusi agar biaya pengiriman tidak membebani peternak maupun pihak penerima. Pengiriman dalam jumlah besar juga diharapkan membuat rantai pasok telur dan ayam untuk kebutuhan MBG berjalan lebih efisien.
“Kalau diangkut sedikit-sedikit kan sama-sama rugi. Dia ngangkutnya mahal, kalau diangkut langsung satu truk kan efisien,” kata Amran.
Skema hub tersebut diharapkan memperkuat penyerapan produk peternak dalam program MBG. Sistem itu juga dapat memangkas biaya distribusi dengan mengonsolidasikan pesanan dari sejumlah dapur sebelum produk dikirim dalam jumlah besar.