Sabtu 22 Aug 2026 01:33 WIB

Dari Asuransi Kredit hingga Kesehatan, Bisnis Ciputra Life Terus Bertumbuh

Pemenuhan kewajiban kepada nasabah jadi bagian penting menjaga keberlanjutan bisnis.

Ciputra Life mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.
Foto: Ist
Ciputra Life mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ciputra Life mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Pertumbuhan itu berlanjut hingga Semester I 2026, ketika perusahaan mampu membukukan pertumbuhan premi sebesar 53 persen di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.

Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit sesuai PSAK 117, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) membukukan laba bersih sebesar Rp99,3 miliar. Angka tersebut tumbuh 95 persen dibandingkan laba bersih pada 2024 yang mencapai Rp51 miliar.

Laba komprehensif perusahaan juga meningkat signifikan. Pada 2025, laba komprehensif Ciputra Life tercatat Rp122,3 miliar atau naik 126 persen dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga terlihat dari posisi keuangan perusahaan. Hingga akhir 2025, total aset Ciputra Life mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan total investasi menembus Rp1,1 triliun. Ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp312,3 miliar. Jika dibandingkan dengan akhir 2024, total aset tumbuh 29 persen, investasi meningkat 30 persen, dan ekuitas naik 64 persen.

Dari sisi permodalan, Ciputra Life juga mencatat tingkat Risk Based Capital (RBC) sebesar 315 persen pada akhir 2025. Angka tersebut berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan regulator.

Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, mengatakan capaian tersebut menunjukkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, permodalan, dan pengelolaan risiko. "Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal, dan pengelolaan risiko secara prudent," ujar Hengky dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Memasuki 2026, kinerja positif berlanjut. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan premi meski kondisi ekonomi dan geopolitik global masih menghadirkan tantangan.

Berdasarkan laporan publikasi berkala perusahaan, premi pada Semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar. Nilai tersebut meningkat 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp253,2 miliar.

Pertumbuhan premi terutama ditopang oleh bisnis Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution. Selain itu, kerja sama dengan mitra bisnis yang sudah ada maupun mitra baru turut mendukung peningkatan kinerja.

"Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Hengky.

Meski mencatat pertumbuhan tinggi, dia menegaskan perusahaan tetap memperhatikan kualitas portofolio dan profitabilitas.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi